BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan di tengah mewabahnya pandemi Covid-19, semua elemen masyarakat harus saling bahu membahu demi kelancaran proses penanganan Covid-19.
Seperti cerita Kepala Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamri yang rela menggunakan alat perlindung diri (APD) lengkap seperti tim medis, serta menyetir mobil ambulans untuk mengantar jenazah pasien Covid-19 yang berasal dari luar desanya.
Lamri ini sering dimintai tolong menyetir mobil ambulans untuk mengantar jenazah Covid-19, karena di desanya ada mobil Ambulans dan Lamri juga mahir mengendarai mobil.
"Beberapa desa di Kumai yang ada mobil Ambulans di Desa Sungai Tendang, jadi saya sering diminta tolong pak Camat untuk mengantar jenazah Covid-19 atau warga yang positif Covid-19. Tanpa pikir panjang saya langsung sopiri sendiri," kata Lamri, Minggu, 11 Juli 2021.
Selama masa pandemi Covid-19 ini, setidaknya ia sudah mengantar jenazah Covid-19 sebanyak 4 kali. Menurutnya, apa yang ia lakukan ini semata-mata untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. Sebab, tidak semua orang mau mengantar jenazah apalagi ini jenazah Covid-19.
--page
"Kebetulan saya bisa nyetir dan ini merupakan panggilan hati, serta saya pun tergugah ingin dapat melayani masyarakat dengan kemampuan yang saya punya secara maksimal," kata Kades Sungai Tendang ini.
Diceritakannya, dalam dua hari yang lalu ia pun harus nyetir mobil ambulans sendiri untuk mengantar jenazah pasien Covid-19. Yaitu saat dirinya dihubungi Camat Kumai Yudhi Hudaya pada Rabu, 7 Juli 2021 sekitar pukul 11.03 WIB, ada seorang warga Kelurahan Candi, membutuhkan ambulans untuk mengantar jenazah pasien Covid-19. Kemudian, keesokan harinya atau pada Kamis, 8 Juli 2021, Lamri menjadi sopir ambulans membantu warga di Kelurahan Kumai Hulu.
Lamri mengakui bahwa rasa takut tertular virus kerap menghantui. Tetapi, nyalinya tidak surut dan tetap memberanikan diri demi mengantar pasien Covid-19.
"Rasa takut pasti ada, namun saya niati menjalankan tugas saya sebagai pelayan masyarakat. Selagi mampu dan tidak mengganggu kinerja, tentu saya upayakan," tuturnya.
Dengan apa yang telah dilakukan, diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi semua masyarakat agar bersama-sama melawan pandemi Covid-19. Jangan sampai warga yang terpapar Covid-19 justru tidak mendapat perhatian.
"Orang yang terpapar Covid-19 bukan untuk diintimidasi atau dikucilkan, tetapi harus terus diberikan perhatian dan pertolongan. Sebab mereka semua adalah saudara kita, sehingga diberi semangat agar sembuh dan mampu melawan Covid-19," pungkasnya. (DANANG/B-7)









