SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), H Rudianurk menyebutkan kondisi Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur  semakin parah. 

Ia sangat berharap pemerintah daerah dalam penanganan terhadap Ujung Pandaran harus melibatkan pemerintah pusat.

"Pemerintah pusat dan provinsi perlu turun tangan membantu karena ini tentu membutuhkan biaya besar untuk pembangunan tanggul penahan gelombang. Jika tidak ditangani, kondisinya akan semakin parah," katanya, Selasa, 13 Juli 2021.

Beberapa tahun terakhir abrasi telah menimbulkan dampak buruk terhadap pantai yang berjarak sekitar 85 kilo meter dari pusat Kota Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut.

Aset wisata seperti jalan, gazebo, rumah betang, bundaran dan lainnya telah hancur akibat tergerus abrasi. Kini abrasi mengancam sebuah kubah atau makam ulama yang juga destinasi wisata religi di pantai tersebut.

--page

“Pelibatan pemerintah pusat ini selain dari sisi anggaran juga karena sisi teknis penanganan dari mereka bisa maksimal. Kita harus selamatkan ancaman abrasi terhadap salah  satu areal kubah yang saat ini  terus digerus oleh gelombang air laut itu, jangan kita biarkan," ujarnya.

Kuatnya gelombang Laut Jawa juga telah menghancurkan musala dan bangunan tempat penjaga kubah tersebut. 

"Kini kubah hanya berjarak kurang dari lima meter dari bibir pantai yang terus tergerus abrasi. Untuk penanganan darurat," ucapnya.

Bahkan akhir pekan tadi pemerintah daerah mengerahkan puluhan pegawai untuk bergotong royong membuat tanggul darurat dari karung berisi pasir. 

"Tapi ini hanya penanganan darurat. Perlu penanganan secara komprehensif untuk menyelamatkan kubah itu dari abrasi. Makanya kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi," tandasnya. (NACO/B-6)