PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pemkab Pulang Pisau di masa pendemi Covid 19 terutama ditahun 2021 tetap memperogramkan program pemulihan ekonomi masyarakat salah satunya di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) setempat.

Kepala Disperindagkop UKM Pulpis Elieser Jaya mengatakan, program pemulihan ekonomi di Disperindagkop berbentuk Pelatihan. “Untuk pemulihan ekonomi melalui kantor kita, tahun ini khusus peningkatan sumber daya pelaku usaha, melalui pelatihan-pelatihan dan juga stimulus untuk peserta yang mengikuti pelatihan nantinya,” ucap Elieser, Selasa.

Ia menjelaskan program pemulihan ekonomi, tahun ini tidak lagi dalam satu anggaran khusus, tetapi diserahkan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjalankan programnya.

Untuk Disperindagkop, lanjutnya, dalam bentuk pelatihan pelaku usaha. Nantinya dari Disperindagkop akan membagi peserta dan akan diatur per kecamatan melalui koordinasi dengan pihak kecamatan sesuai dengan kebutuhan kuota tahun ini.

“Untuk peserta di setiap kecamatan itu ada perwakilannya, dan yang jelas, setiap peserta di masing-masing kecamatan itu adalah mereka yang mempunyai potensi,” kata Elieser.

--page

Dicontohkan Elieser, seperti pelatihan desain dan pola untuk peserta penjahit, maka pihaknya akan memberikan jatah kepada masing-masing kecamatan untuk mengirimkan pesertanya.

Pelatihan bagi pelaku usaha ini, lanjut Elieser, diharapkan bagi kelompok atau perorangan yang dikirimkan oleh kecamatan itu, bisa mengembangkan usahanya selain untuk kebutuhan ekonomi kelompok atau keluarganya, juga bisa membantu masyarakat.

“Untuk itu, akan ada kuota yang dibutuhkan berapa di masing-masing kecamatan, sebab kita tidak bisa mengakomodir keseluruhan. Paling tidak, para pelaku usaha yang mengikuti pelatihan ini, harapan kita, setelah mengikuti pelatihan, ia bisa mempraktikkan di masing-masing kecamatannya dan bisa mengembangkan usahanya,” harap Elieser.

Untuk kriteria peserta, adalah mereka yang sudah bisa menjahit, sebab pelatihan di tahun ini terkait pola dan desain. Dan salah satu foktor penting dalam kegiatan menjahit yaitu bagaimana mereka bisa menciptakan pola dan desain.

Sedangkan bantuan untuk UMKM tunai, yang tahun 2020 lalu dilaksanakan penyalurannya, maka pada 2021 ini sudah tidak lagi dilaksanakan. "Kalau bentuk tunai sudah diatur oleh Pemerintah Pusat," tutupnya. (ang)