PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengamat kebijakan pendidikan Slamet Winaryo menilai keputusan pemerintah untuk menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tahun ajaran baru 2021/2022 merupakan langkah yang tepat.

Apalagi dalam rangka melindungi keselamatan siswa dari ancaman Covid-19. Namun, menurutnya perlu digarisbawahi bahwa Covid-19 tidak bisa menjadi alasan pemerintah melalui Dinas Pendidikan beserta sekolah untuk menomorduakan mutu pendidikan.

Menurut Slamet, perlu ada evaluasi tepat dalam metode pembelajaran, khususnya pembalajaran daring. Pasalnya, dengan ditundanya pelaksanaan PTM terbatas, pembalajaran kembali dilakukan secara daring. 

"Untuk itu diperlukan evaluasi berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, untuk mengatasi setiap kendala, sehingga pembelajaran ditahun ajaran baru sudah ada perubahan kearah yang lebih baik," tuturnya, Selasa, 13 Juli 2021.

Ia melihat dengan pengalamanan tahun ajaran kemarin, banyaknya kendala pada sistem pembelajaran, baik dari sisi jaringan, penyampaiaan materi yang kurang tepat, anak yang kurang semangat dan bosan dalam mengikuti pelajaran.

--page

Selain itu juga komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua yang tidak lancar ini perlu dievaluasi segera agar ada perbaikan. "Waktu 1,5 tahun ini, Saya rasa cukup untuk mengevaluasi apa yang menjadi kendala mutu selama ini,” jelasnya. (HERMAWAN DP/B-5)