BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menjalankan tugas sebagai petugas mesis di pelosok desa, memang penuh perjuangan. Mereka harus memiliki jiwa yang tangguh dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dalam misi kemanusiaan. Tak jarang, jalanan rusak dan berlumpur menjadi hal yang harus dilalui untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Perjuangan seperti itulah yang dirasakan tenaga kesehatan Puskesmas Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Belum lama ini, beredar video perjuangan mereka harus menarik mobil ambulans, karena mobil terjebak di jalan berlumpur saat proses tracing penyebaran covid-19.
Dari cuplikan itu, 4 tenaga kesehatan dengan masih menggunakan baju hazmat dibantu sejumlah rekannya tengah berupaya keras mengeluarkan mobil ambulans yang terjebak.
"Kegiatan tracing di Desa Penyombaan dan mobil ambulans kami terjebak," suara si perekam video.
Suara teriakan semangat para tenaga kesehatan dan raungan knalpot mobil ambulans terdengar jelas dalam video tersebut. Akhirnya, selang beberapa menit, mobil pun berhasil melintas dari kubangan lumpur.
"Akhirnya, rasanya kami mau pingsan," kata salah seorang tenaga kesehatan usai berhasil menarik mobil ambulans.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Penyombaan Kecamatan Arut Utara, Murni menyampaikan video yang beredar terkait para tim medis yang masih menggunakan APD lengkap itu saat proses tracing salah satu keluarga di Desa Penyombaan, pada Senin, 12 Juli 2021 sekitar pukul 17.30 WIB.
--page
"Jadi memang kondisi jalan dari Desa Sambi menuju Penyombaan ada beberapa titik yang memang sulit untuk dilewati. Tim medis ini harus segera melakukan tracing pada satu keluarga yang kontak dengan pasien covid-19. Sore hari itu, mereka melakukan perjalanan dari Puskesmas Sambi menuju ke Penyombaan," ujar Murni saat dikonfirmasi, Rabu, 14 Juli 2021.
Jadi, dengan situasi kondisi jalan yang memang sulit untuk dilewati terlebih saat musim penghujan, sampai beberapa kali mereka menarik dengan tenaga dan alat seadanya, untuk meloloskan ambulans.
"Bahkan, setelah tracing mereka juga langsung turun ke Pangkalan Bun untuk mengambil hasil swab salah satu warga Desa Penyombaan yang terkonfirmasi positif," ungkapnya.
Dia mengatakan, bahwa jarak dari Desa Sambi menuju Desa Penyombaan sekitar 9 kilometer. Jalur tersebut memang titik jalan yang sulit untuk dilewati pada saat ini. Bahkan dalam penanganan Covid-19, tak hanya saat tracing, tapi tim medis juga melakukan pelayanan vaksin.
"Jadi tak hanya terkait pelayanan penanganan Covid-19, bahkan untuk pelayanan yang lainnya juga, mereka mendapat kesulitan apalagi di samping musim penghujan seperti saat ini. Bahkan ada jalur yang lebih parah yaitu jalan arah menuju ke Desa Pandau," kata Murni.
Murni berharap, hal ini supaya menjadi perhatian oleh pemerintah daerah karena berkaitan dengan penanganan covid-19. (DANANG/B-11)









