BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalampangan. Daerah ini terkenal sebagai kelurahan penyuplai sayur mayur untuk wilayah Palangka Raya, ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.
Semua jenis sayur mayur seperti bayam, kankung, kacang panjang, sawi, termasuk jagung manis ada di daerah eks transmigrasi ini. Semua hasil pertanian dijual ke kota.
Namun melimpahnya hasil perkebunan ini terkadang tidak berbuah manis bagi petani. Bagaimana tidak, harga jual sayur mayur dari petani kadang naik turun.
Jika harganya baik atau mahal, maka para petani senang, karena dapat untung banyak. Namun saat harganya anjlok, maka petani susah, karena hasil pertaniannya tidak laku. Kondisi ini dialami petani sawi.
Saat ini sayur sawi yang ditanam petani di Kalampangan dihargai murah oleh tengkulak. Jika dijual sendiri ke pasar pun juga masih murah yakni cuma dihargai Rp700 per kilo gram.
--page
Kondisi ini tentu membuat bapak Hasan, salah satu petani di Kalampangan mengeluh. Saking murahnya harga sawi ini lantas membuatnya malas menjual sawi miliknya ke pasar.
Padahal, sebagai seorang ASN yang juga nyambi bertani, Selasa (13/7/2021) dia berharap dengan bercocok tanam sayur sawi ini bisa mendapatkan penghasilan tambahan, namun dengan kondisi saat ini, maka harapan itu pupus, karena harga jual sawi kurang bagus di pasaran.
Meski demikian dia tetap tidak putus asa. Untungnya hasil tanamannya ada saja yang membeli. Sebagian warga ada yang datang langsung ke lahannya untuk membeli sayur meski jumlahnya sedikit. (ROKIM/B-6)









