BORNEONEWS, Sampit - Saat memutuskan untuk menikah, pasangan harus siap dengan berbagai permasalahan selama berumah tangga. Mempertahankannya-pun tidak semudah menjawab pertanyaan kapan nikah di masa muda.
Menyikapi hal tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Baamang, menggelar bimbingan pranikah, Rabu, 13 Juli 2021. Ada 25 calon pasangan pengantin mengikutinya. Kepala KUA Baamang, Ahmad Mulyadi mengatakan, calon suami istri harus menyiapkan mental dalam berumah tangga. Ini penting guna menekan angka perceraian.
"Ini bertujuan agar calon pengantin lebih siap mental dalam membina keluarga dan bisa menghadapi masalah rumah tangga. Ini sebagai upaya menurunkan angka perceraian bagi suami dan istri di masa akan datang," sebut Ahmad Mulyadi, Kamis 15 Juli 2021.
Bimbingan perkawinan tersebut dilaksanakan di Aula Sungai Baamang, Kecamatan Baamang dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19.
Upaya tersebut juga untuk mendukung rencana kerja pemerintah bidang pembangunan dan ketahanan keluarga menuju keluarga sakinah.
--page
Tidak hanya konseling soal permasalahan rumah tangga, para calon pengantin yang sudah mendaftar di KUA Baamang itu juga menerima materi soal kesehatan. Seperti kesehatan reproduksi dan pengetahuan dasar soal penyakit HIV/AIDS dari pihak puskesmas setempat. (USAY NOR RAHMAD/B-7)









