BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini kasus stunting masih menjadi perhatian berbagai macam kalangan, termasuk pihak dari Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Mereka yang terdiri dari 58 perusahaan perkebunan di Kotim, akan berupaya maksimal untuk melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting.
"Sejak 2020 kami telah membuat memorandum of understanding (MoU) dengan Bupati Kotim. Guna mencegah dan menanggulangi stunting," ujar Ketua GPPI Kotim, Siswanto, Kamis 15 Juli 2021.
Pihaknya memiliki pemahaman yang sama dengan pemerintah daerah terkait penanggulangan stunting tersebut, sehingga melalui optimalisasi CSR, maka pihaknya akan berupaya melakukannya.
Dalam kerja sama ini GPPI mendukung upaya menggiatkan komitmen dalam pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana atau disebut Bangga Kencana.
--page
"Tujuannya untuk mewujudkan ketahanan keluarga, guna untuk mencapai keluarga yang berkualitas dan bahagia," katanya.
Sementara itu stunting atau gagal tumbuh pada bayi akibat kekurangan gizi parah, khususnya pada 1000 hari pertama kelahiran. Pasalnya penyakit yang umumnya ditandai dengan kondisi tubuh anak pendek itu berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus nantinya.
"Itulah mengapa kami membantu dan jalan bersama pemerintah. Karena kami ingin generasi penerus di Kotim ini berkualitas dan memiliki SDM yang mempuni nantinya," harapnya.
Sementara berbagai kegiatan yang dilaksanakan yakni berupa pelayanan kesehatan dan penyuluhan melalui klinik atau fasilitas kesehatan perusahaan.
Dukungan kegiatan tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten terkait penanggulangan dan penurunan stunting, baik yang dilakukan oleh pemerintah, TP PKK, organisasi kemasyarakatan dan lainnya, juga dilaksanakan.
--page
"Kegiatan posyandu di lingkungan perusahaan maupun desa sekitar perusahaan. Selain itu juga dukungan pada berbagai kegiatan seperti BBGRM, Harganas, Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan, juga kami lakukan," katanya.
Hal ini juga disampaikan Siswanto saat pertemuan mitra kerja Program Bangga Kencana tingkat Kalteng yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kateng.
Yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kalteng Ivo Sugianto Sabran bersama peserta dari berbagai daerah yang mengikuti secara virtual.
"Yang pasti kami komitmen membantu pemerintah untuk menanggulangi stunting," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









