BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kian meningkat di Kabupaten Kotawaringin Barat. Hal tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sehingga ada perlindungan khusus bagi anak - anak di Kobar.
Anggota DPRD Kobar Rizky Aditya Putra mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak harus menjadi perhatian khusus pemerintah, bahkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kobar merupakan tertinggi se Kalimantan Tengah.
"Kobar saat ini telah menjadi Kota Layak Anak, sehingga bagaimana Kobar dapat betul - betul mewujudkan itu. Sehingga, kasus kekerasan pada anak dapat ditekan dan jangan sampai terulang kembali dan yang lebih miris lagi, pelakunya sendiri justru di lakukan oleh orang terdekat yang satu atap atau serumah," kata Rizky Aditya Putra, selaku Ketua Komisi A DPRD Kobar, Kamis, 15 Juli 2021.
Rizky pun menyampaikan apresiasi kepada Polres Kobar, yang telah berhasil mengungkap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sehingga dari pengungkapan itu, diketahui betapa tingginya angka kasus kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga maupun kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur. Sehingga, hal tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Politisi Partai Gerindra juga mengharapkan, bagi pelaku kekerasan sendiri harus mendapatkan hukuman yang berat, hal itu sesuai dengan undang undang yang berlaku.
--page
Kemudian bagi korban khsususnya anak - anak, maka pemerintah pun harus hadir memberikan pendampingan, khusunya mengobati trauma. Karena trauma ini jika tidak diatasi maka akan berdampak tidak baik, apalagi jika korbannya masih di bawah umur.
"Dalam rangka menekan terjadinya tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemerintah daerah harus merangkul seluruh stakeholder, serta sosialisasikan undang undang perlindungan anak dan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), kedua produk hukum ini sudah sangat jelas bahwa negara memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak," ungkapnya.
Disebutkan juga, pencegahan pun sangat penting agar kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat berkurang, langkah pencegahan ini, pemerintah daerah harus terus membangun komunikasi dan kerjasama dengan pihak lainnya.
"Kami sangat mendukung, langkah yang akan di tempuh pemerintah daerah maupun penegak hukum, dalam upaya mengurangi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, selain itu kami juga mengimbau kepada masyarakat jangan malu untuk melaporkan, jika mengalami tindak kekerasan didalam rumahnya," tegasnya. (DANANG/B-5)









