PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau  -  Dalam mendukung percepatan vaksinasi diwilayah Pulang Pisau (Pulpis) Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) setempat melakukan pendekatan secara persuasif kepada para Keluarga yang nantinya diharapkan melakukan sosialisasi dan interaksi setiap harinya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dr Bawa Budi Raharja saat dibincangi rekan media, Jumat (16/07/2021).

"Mendukung dan mendorong percepatan vaksinasi kita dari DP3AP2KB melakukan pendekatan secara persuasif kepada para Keluarga ini dilakukan agar para keluarga dapat mengikuti program ini dengan baik," ucapnya.

Pihaknya juga meminta agar Masyarakat Pulpis diminta agar jangan panik dan cemas dalam program Vaksinasi yang sedang berlangsung, sekalipun faktanya potensi terjadinya kerumunan tetap terjadi.

Secara detil dr. Bawa Budi Raharja memaparkan cara-cara serta tips dalam upaya Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 secara disiplin, sehat, mudah dan nyaman dilaksanakan oleh segenap warga Pulang Pisau dimana pun berada.

--page

"Intinya vaksinasi ini aman. Untuk mendapatkan Vaksinasi itu kan diperiksa terlebih dahulu. Tubuh harus kuat, stamina optimal, kalau tau lemah ga akan divaksin," kata dr Bawa selaku praktisi kesehatan dan pola hidup sehat itu.

dr Bawa sapaan akrabnya mengungkapkan secara dimensi kesehatan bahwa yang saat ini sederhananya melakukan yang namanya Peningkatan Imunitas dan Disiplin menerapkan Protokol Kesehatan.

"Secara intervensi tindakan yang mesti kita lalui dan laksanakan yakni dengan cara makan, minum, secara teratur dan bergizi. Kemudian secara pasifnya mengikuti Vaksinasi, balik ke kebiasaan yang telah lama kita terapkan dulu Yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," ungkapnya.

Memang program vaksinasi mampu dilaksanakan hingga seratus persen, namun ingat bahwa, jika seperti itu maka akan timbul yang namanya kontradiksi.

Kesimpulannya, bahwa DP3AP2KB kebijakan yang diterapkannya adalah melalui pendekatan secara persuasif kepada para Keluarga yang melakukan sosial interaksi setiap harinya.

--page

"Jadi pada intinya jika PHBS tadi diterapkan secara disiplin dan teratur para warga yang tak dapat di Vaksin tak perlu berkecil hati dan taat dengan aturan-aturan Pemerintah yang telah diterbitkan melalui Surat Keputusan maupun Surat Edaran," tutupnya. (ang)