PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Danrem 102 Panju Panjung, Brigjen TNI Purwo Sudaryanto dan Dandim 1016, Kolonel Inf Rofiq Yusuf bersama dengan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melakukan peninjauan beberapa Rumah Sakit yang ada di Kota Palangka Raya, Jumat, 16 Juli 2021.

Adapun RS yang ditinjau tersebut yakni di antaranya RS TNI AD di Jalan Diponegoro, RSUD Kota Palangka Raya, Kelurahan Kalampangan serta RS Perluasan di Hotel Batu Suli Jalan Raden Saleh.

Danrem 102 Panju Panjung, Brigjen TNI Purwo Sudaryanto mengatakan dalam penanggulangan covid-19, peran TNI - Polri, Satgas Kabupaten/Kota, Pemerintahan Daerah, serta Dinkes dinilai bagus. Namun, implementasi di lapangan perlu dioptimalkan.

"Kita tidak boleh kecolongan oleh karena itu kita menyiapkan 121 bed di RS TNI AD agar apabila terjadi lonjakan kasus , kita sudah siap," ucapnya disela-sela peninjauan.

Menurut Danrem, seandainya layanan yang disediakan yakni 121 bed tersebut penuh juga, akan disediakan RS Lapangan untuk menampung dan merawat pasien yang bergejala ringan.

--page

"Kalau seandainya nanti full, di korem sudah kita dirikan tenda untuk RS lapangan untuk menampung dan merawat pasien yang bergejala ringan sehingga mudah penyembuhannya," jelasnya.

Di sisi lain, Dandim 1016 Palangka Raya, Kolonel Inf Rofiq Yusuf mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan. Sebab, saat ini terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan.

"Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang meningkat, pentingnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, mari bersama sama sama cegah covid-19 dan patuhi aturan pemerintah, apalagi Kota Palangka Raya saat ini melakukan PPKM Mikro yang diperketat," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya , Fairid Naparin mengatakan peninjauan yang dilaksanakan pihaknya bersama jajaran TNI tersebut untuk melihat sejauh mana kemampuan RS yang ditunjuk untuk merawat pasien Covid-19 apabila nanti terjadi lonjakan yang signifikan.

"Kita melaksanakan peninjauan ini untuk melihat kesiaapan atau kapasitas beberapa RS yang ada, kalau memang ada yang belum memadai kita akan dorong supaya dipersiapkan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin sebagai antisifasi," tukasnya. (DONNY D/B-5)