SAMPIR –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi Partai Golongan Karya DPRD Kotawaringin Timur, Nadie menyebutkan secara kuantitatif capaian angka-angka yang disebutkan dalam laporan keuangan daerah mulai dari perencanaan, capaian target maupun  daya serap anggaran belum sesuai yang mereka harapkan.

 

"Sebagaimana yang telah kami sampaikan pada pandangan umum yang lalu, mulai dari realisasi pajak daerah, realisasi dana bagi hasil provinsi, belanja modal dan besarnya Silpa tahun 2020 yang mencapai Rp 137,3 miliar," katanya, Sabtu, 17 Juli 2021.

 

Di samping itu kinerja anggaran dalan rangka penanganan dan dampak ekonomi Covid 19 hanya sebesar 75,88 persen juga jaring pengaman sosial 75,88 persen. 

 

Padahal kata dia seperti diketahui bersama hampir semua program pembangunan di tahun 2020 dialihkan untuk penanganan Covid-19.

 

Tapi kata Nadie pada kenyataannya realisasi dari pengalihan pendanaan untuk Covid-19 tersebut belum bisa terserap secara maksimal.

 

--page

Seperti proporsional dengan  upaya penanggulangan Covid-19, baik dari aspek penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial dan upaya penanganan ekonomi sebagai dampak dari covid. 

 

Pemerintah daerah kata dia sudah harus mempersiapkan kajian dan pemetaan perencanaan pembangunan sebagai implementasi atas RPJMD 2021-2026, terutama untuk program prioritas sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah yang baru. (NACO/B-6)