KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Akerman Sahidar meminta masyarakat agar tidak dulu melakukan kontak fisik seperti berjabat tangan dengan masyarakat lain.

"Dalam upaya mencegah penularan dan penyebaran Covid-19, ada baiknya jika kita tidak dulu berjabat tangan jika bertemu dengan masyarakat lain," ujar Akerman, Minggu 18 Juli 2021.

 
Dia mengakui, berjabat tangan merupakan kebiasaan bahkan budaya bagi masyarakat. Berjabat tangan dengan sesama dilakukan ketika bertemu, memberi salam, atau berpisah.

 
Jabat tangan menandakan saling mempercayai, menghormati, dan menghargai. Bahkan menggunakan tangan kanan saat bersalaman juga dianggap sebagai etiket yang sebenarnya.

 
"Namun ditengah pandemi Covid-19 ini, kita perlu memikirkan risiko dari kontak fisik seperti bersalaman," imbuh politisi PDI Perjuangan ini.

--page

Di tengah terjadinya pandemi Covid-19, menghindari kontak fisik adalah hal yang bijaksana, karena masyarakat bisa saling melindungi, dan mencegah penyebaran serta penularan Covid-19

Mengingat kebiasaan berjabat tangan sudah mendarah daging pada masyarakat, maka menghilangkan kebiasaan tersebut tentunya tidak mudah.

 
Namun untuk sementara berjabat tangan bisa diganti dengan cara lain seperti membungkuk atau mengatupkan kedua tangan di depan dada. Dengan begitu, masyarakat bisa saling menghormati tanpa ada risiko tertular Covid-19. (MAGANG/B-5)