BORNEONEWS, Sampit - Zuriat Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau disebut Zuriatul Arsyadiyah Martapura, melihat lokasi kubah makam ulama di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Hal itu dilakukan pihaknya, karena saat ini makam Syekh Abu Hamid bin Syekh Haji Muhammad As'ad Al Banjari, sudah hampir dilanda abrasi.
"Kami melakukan peninjauan ke lokasi kubah tersebut, dan kami akan bawa hasilnya untuk dimusyawarahkan lebih dulu, kepada tertua kami di Martapura," ujar Ketua Zuriatul Arsyadiah Martapura Hamdani Hamzah, Senin, 19 Juli 2021.
Nantinya hasil musyawarah tersebut akan disampaikan kepada pemerintah daerah. Guna tindak lanjut, penanganan apa yang akan dilakukan. Sebagai langkah untuk melindungi, agar makam tersebut tidak tergerus abrasi.
Pihaknya sendiri sudah melihat langsung ke makam ulama tersebut. Dan mereka belum bisa memberikan komentar terkait hal tersebut sementara ini.
--page
Sementara, Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pihaknya sudah bersilaturahmi dengan zuriat Datu Kelampayan sebutan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.
"Mereka sudah melihat kondisi di kubah tersebut, dan sudah berterimakasih dengan pemerintah daerah yang telah berupaya melakukan penanganan awal abrasi di makam tersebut," kata Halikinnor.
Pihaknya saat ini masih menunggu informasi hasil musyawarah dari pihak zuriat ulama tersebut. Apapun hasilnya, pemerintah daerah akan mendukung dan siap melaksanakan sesuai keinginan pihaknya.
"Kami akan mengikuti sesuai keinginan para zuriat. Karena mereka yang lebih berhak," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)









