BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengakui serapan anggaran penanganan Covid-19 di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih rendah.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Nuryakin menyampaikan rendahnya realisasi karena serapan Kalteng bersifat akumulatif dari kabupaten kota.
"Rendahnya realisasi anggaran penanganan Covid-19 Prov. Kalteng, di antaranya disebabkan 4 kabupaten belum terealisasi atau nol persen," tutur Nuryakin, Senin, 19 Juli 2021.
Nuryakin menyampaikan 4 kabupaten ini adalah Kabupaten Kapuas, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri, secara berjenjang Gubernur Kalimantan Tengah akan memberikan teguran tertulis “ tegasnya.
--page
Diketahui konferensi pers Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, akhir pekan lalu ada 19 kepala daerah yang mendapat teguran.
Teguran tersebut karena masih rendahnya realisasi belanja anggaran untuk peralatan penangan covid 19 serta insentif tenaga kesehatan. (HERMAWAN DP/B-6)









