PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS Palangka Raya - Relawan Kalimantan Tengah (Kalteng) Cerdas, Peggy Maria mengatakan, tidak semua wilayah di Bumi Tambun Bungai memiliki akses listrik dan internet yang memadai. Akibatnya, banyak anak-anak yang tidak bisa mendapatkan pendidikan dengan layak karena tidak bisa mengikuti kegiatan dalam jaringan (Daring).

"Di tengah pandemi ini, Kalteng Cerdas bersama Komunitas Penggiat Literasi lain membuat kegiatan yang bernama Donasi Literasi. Kami bersama-sama mengajak seluruh masyarakat untuk mendonasikan buku menyelamatkan pendidikan di pelosok," ungkapnya.

Menurutnya, dampak dari pandemi Covid-19 adalah learning loss yakni menurunnya kompetensi belajar siswa. Contoh nyata learning loss ini bisa dilihat pada kemampuan anak membaca dan berhitung yang berkurang signifikan. 

Percepatan vaksinasi dan beberapa waktu ke depan terkait wacana pembelajaran tatap muka adalah hal yang ditunggu. Hal tersebut, lanjutnya adalah keputusan yang sangat baik asalkan tetap bisa memberikan jaminan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat atau dibuat menjadi beberapa kelas.

Peggy menuturkan, pendidikan jarak jauh adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah, sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya.

--page

“Hal ini untuk masyarakat yang berada di wilayah mudah akses internet tapi bagi adik-adik kita yang berada di daerah terbatas internet atau bahkan tidak ada internet. Hal ini justru akan menjadi kesulitan bagi mereka, donasi buku adalah salah satu bentuk untuk memberikan jendela dunia bagi mereka,” paparnya.

Ia mengharapkan, dalam penerapan PJJ, pemerintah dapat memikirkan masyarakat yang ada di daerah serba terbatas. Salah satunya dimungkinkan bisa diadakan pengajaran mandiri agar anak-anak tetap bisa mendapatkan pendidikan. (APRIANDO/B-7)