PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah masyarakat yang berada di Desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat kerap melakukan tradisi Menyandau atau menunggu durian jatuh saat musim buah khas itu tiba.

Tradisi tersebut biasanya dilakukan pada malam hari, namun ada juga yang sampai siang hari dengan cara membuat pondok di sekitar pohon durian. Tradisi tersebut sudah turun temurun dilakukan masyarakat setempat.

Warga Desa Runtu, Wiwit (40) mengatakan, tradisi Menyandau saat pandemi covid-19  ini tentu bisa mengurangi kontak dengan orang. Sehingga, bisa sejalan dengan anjuran pemerintah agar tidak ke mana-mana dan menjaga jarak. Sebab, selama kegiatan Menyandau, waktu banyak dihabiskan di sekitar pohon durian.

"Kalau pas Nyandau gini hampir seharian di kebun. Biasanya pulang sore nanti, malamnya kembali lagi ke kebun. Sehingga, dapat dikatakan interaksi dengan warga di desa itu berkurang," kata Wiwit, di tendanya, Kamis, 22 Juli 2021.

Dia mengatakan, kegiatan menyandau sudah turun temurun dari nenek moyangnya. Tradisi Nyandau akan berlangsung sampai buah durian habis.

"Jadi jatuhnya buah biasanya antara pukul 20.00 - 22.00 WIB. Setelah itu ada sekitar 1 - 2 jam, buah mulai berjatuhan lagi sampai pagi," kata dia.

Wiwit menyebutkan, jika tradisi Menyandau tersebut juga dapat mempererat tali silaturahmi antar keluarga. Seperti yang ia lakukan, menunggu buah durian bukan untuk dijual tetapi menjadi hadiah atau oleh-oleh untuk keluarganya yang jauh dari desa.

--page

"Selama saya Nyandau tidak pernah jual durian. Jadi buah ini untuk dikirimkan ke keluarga-keluarga yang jauh. Seperti di Pangkalan Bun itu banyak keluarga," tuturnya.

Dia mengatakan, usia pohon durian yang ada di kebun milik mertuanya tersebut sudah ratusan tahun. Hal tersebut berdasarkan cerita mertuanya dan besar serta tingginya pokok durian tersebut.

"Kalau mertua cerita, waktu dia masih kecil pohon durian ini sudah ada, sedangkan saat ini beliau umurnya sudah 74 tahun. Berati dari kakaknya itu sudah ada pohon ini, jadi bisa dipastikan usia pohon durian ini sudah ratusan tahun," ungkapnya. (DANANG/B-11)