PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Tengah terus memperjuangkan guru honorer di provinsi ini supaya bisa menjadi ASN.

"Minimal para guru honorer yang ada di daerah ini terutama yang sudah lama mengabdi bisa menjadi PPPK," kata Wakil Ketua Provinsi PGRI Kalteng, Supriyanto, Kamis, 22 Juli 2021.

Dia menjelaskan dengan dibukanya PPPK guru oleh pemerintah saat ini membuka peluang yang sangat besar bagi para guru berstatus honorer, sebab penerimaan PPPK diprioritaskan untuk guru honorer.

Tapi yang sangat disayangkan penerimaan PPPK ini dibuka dengan adanya batas umur, sehingga menutup peluang bagi guru honorer yang umurnya sudah lewat, padahal ada begitu banyak yang memang sudah lama mengabdi.

"Seharusnya tidak perlu ada batas umur dalam perekrutan PPPK itu, jadi bisa membuka peluang sebanyak-banyaknya bagi guru honorer yang sudah bekerja begitu lama," ujarnya.

--page

Di sisi lain dalam memperjuangkan guru honorer di Kalteng ini PGRI Kalteng juga terus melakukan berbagai upaya dengan saling berkoordinasi dengan pengurus PGRI kabupaten dan kota, DPRD maupun pemangku kepentingan di pemerintahan.

Dia berharap pengurus PGRI kabupaten dan kota terus berupaya dalam memperjuangkan guru honorer yang ada di masing-masing daerahnya dan tentu yang harus diutamakan mereka yang sudah mempunyai SK Pemda.

"Dalam hal ini kita tidak ada hentinya berjuang, namun hingga saat ini beberapa upaya kita masih belum mendapat lampu hijau, namun harapan kita kedepan apa yang telah kita perjuangkan bisa menemukan titik terang demi kesejahteraan guru honorer di Kalteng ini," pungkasnya. (DONNY D/B-6)