BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, Bambang Suherman meminta pemkab agar menggenjot penyerapan anggaran penanganan covid-19. Sehingga penanganan lebih maksimal.
Terkait itu, pihaknya telah melakukan rapat evaluasi realiasi belanja bidang kesehatan dalam rangka penanganan covid-19. Ternyata penyerapan anggaranya masih minim, yaitu hanya 30 persen.
"Dari total Rp 47,46 miliar hanya terserap sekitar Rp 15 miliar per 15 Juli 2021. Hal ini menjadi catatan dari kami dari DPRD, agar hal itu segera untuk diserap karena anggaran itu sudah ada dan siap," kata Bambang Suherman, Jumat, 23 Juli 2021.
Dia mengatakan, adapun uraian realiasi belanja bidang kesehatan dalam rangka penanganan covid-19, meliputi penanganan, dukungan vaksinasi, dukungan pada kelurahan dalam rangka penanganan pandemi covid-19, insentif tenaga, belanja kesehatan lainnya dan kegiatan prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat.
Politisi Gerindra tersebut menambahkan penyerapan anggaran dalam penanganan covid-19 dinilai sangat lambat. Menurutnya, dana penanganan covid-19 merupakan hasil refocusing anggaran, seharusnya pemerintah daerah atau SOPD terkait serius mengelolannya.
"Ini lambat sekali, sudah sampai 6 bulan baru total 30 persen. Seharusnya sudah di angka 55 atau 60 persen anggaran tersebut terserap," ungkapnya.
Dia pun meminta pemerintah daerah untuk mengambil langkah, terlebih pada SOPD terkait. Jangan sampai kepala daerah semangatnya sudah maraton, tetapi perangkatnya kerjanya kurang semangat justru terkesan jalan di tempat.
--page
"Untuk itu, diharapkan ditingkatkan kembali sinerginya dalam penanganan covid-19," tuturnya.
Bahkan, dalam rapat juga disampaikan oleh Kapolres Kobar bahwa dalam penanganan covid-19 harus semangat dan tepat sasaran atau istilahnya kejar bola.
"Kenapa dinas atau SOPD yang dapat anggaran itu tidak menggunakan, tidak diserap, tidak dipakai, ada apa?," kata Bambang.
Memang, dalam hal ini harus ada sedikit suatu genjotan atau paduan semangat kepada seluruh SOPD terkait agar pandemi di Kobar dapat ditangani dengan baik. Tentu bila berlarut-larut, kasihan masyarakat. (DANANG/B-11)









