PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Pendamping Kegiatan Kunjungan RSPO, Fheny Anggriyani menyampaikan pihaknya sempat ditawari untuk cek paru-paru dan melakukan Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) ulang usai disampaikan positif Covid-19 oleh RS Siloam Palangka Raya.

"Saat itu sempat ditawari untuk PCR ulang (di Siloam) jika memang tidak yakin dengan hasil PCR yang ada. Tetapi tetap dengan membayar kembali biaya tes kedua," tutur Fheny, Sabtu malam, 24 Juli 2021.

Fheny mengatakan tawaran tersebut disampaikan salah satu dokter di RS Siloam Palangka Raya, saat dirinya menanyakan kemungkinan adanya kesalahan tes sampel. Pasalnya 10 orang yang dinyatakan positif tersebut terlihat sehat dan tidak ada tanda covid-19.

Fheny menceritakan semuanya berawal saat ia melakukan test PCR di RS Siloam untuk keperluan kunjungan timnya di Kalteng sekitar 9 Juni 2021, dengan mengambil paket same day.

Setelah selesai dilakukan PCR pihaknya menunggu dan akhirnya mendapatkan bahwa Winda dan kelompoknya dinyatakan positif covid-19. Pihak Siloam menyampaikan hasil tersebut tidak bisa dikirim melalui whatsapp ataupun email.

--page

"Saya langsung ke (RS) Siloam. Setelah sampai di Siloam saya konfirmasi kembali ke pihak Siloam apakah hasilnya ini valid, tidak ada sampel yang tertukar ataupun kesalahan dalam pengujian lab," tuturnya.

Ia mengaku saat itu kaget karena semua hasilnya positif dan faktanya 10 orang tersebut dalam kondisi sehat.

"Setelah itu bagian resepsionis memanggil dokter yang bertanggungjawab di lab pengambilan sampel untuk memberikan penjelasan lebih lanjut," tuturnya.

Kepada dokter, Fheny kembali menanyakan keakuratan data dan kemungkinan ada sampel yang tertukar ataupun kesalahan diagnosis. Kemudian dokter tersebut memperkirakan adanya kemungkinan 10 orang yang dinyatakan positif termasuk kategori OTG.

Ia menceritakan saat itu jika memang ragu dengan hasilnya, pihaknya diarahkan untuk konsultasi dan melakukan pengecekan paru serta swab PCR kembali. Namun fasilitas ini tidak gratis, jika ingin swab PCR kembali dikenakan biaya.

"Harga pertama yang ditawarkan Rp1,2 juta hasilnya keluar 1 hari, tapi kalau same day Rp 1,6 juta," sebut Fheny.

--page

Kemudian Fheny menanyakan angka CT hasil lab PCR yang dilakukan untuk 10 orang kliennya dan akhirnya dikirimkan. Tapi ia menyampaikan untuk hasil CT yang diberikan oleh Siloam tidak dalam bentuk print out, semuanya dikirim dalam bentuk text whatsapp.

Setelah itu, untuk memastikan kesehatannya salah satu klien, Fheny yang dinyatakan positif melakukan rapid test antigen di salah satu fasilitas kesehatan plat merah di Palangka Raya.

Hasil rapid test antigen di sana menunjukan hasil negatif. Dan akhirnya kembali dilakukan PCR di layanan kesehatan plat merah tersebut dan hasilnya negatif.

Sementara itu, terkait hal ini borneonews.co.id sudah mencoba kembali mengontak Business Division Siloam Hospitals Palangka Raya, Christine Iswantho, namun sampai berita ini naik, pesan whatsapp yang dikirim hanya diread dan belum ada respon.

Sebelumnya, dikutip dari Palangka Post (grup borneonews.co.id) terkait dugaan mal pelayanan PCR, Chistine menyampaikan kasus tersebut sedang dalam penelusuran.

--page

"Masih dalam penelusuran dan akan dikomunikasikan dengan semua pihak terkait. Jika sudah ada kesimpulan akan dikomunikasikan lebih lanjut," ungkap Palangka Post menyampaikan keterangan Christine. (HERMAWAN DP)