KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kegiatan In House Training (IHT) dan workshop dibeberapa sekolah penyelenggara Program Sekolah Penggerak (PSP), telah dilaksanakan dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kapuas Suwarno Muriyat.

Suwarno menyampaikan sejumlah pesan kepada peserta kegiatan tersebut yang digelar oleh SMPN 2 Kapuas Murung selaku penyelenggara PSP, di Desa Mampai.

Dia berpesan kepada peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru setempat, dalam melaksanakan Program Sekolah Penggerak (PSP) juga strategi pencapaian tujuan Pendidikan Karakter (Pendikar) bagi peserta didik agar optimal.

“Sasaran dari PSP adalah adalah mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila sebagai karakter yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan," kata Suwarno, Senin 26 Juli 2021.

Dia menjelaskan bahwa workshop PSP ditargetkan untuk menyusun kurikulum operasional Sekolah Penggerak berupa Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar dan Capaian Pembelajaran (CP) yang selanjutnya diimplementasikan dalam pembelajaran dengan paradigama baru.

--page

Kadisdik menambahkan jika karakter itu dibangun dengan keteladanan bukan diajarkan. Diperhatikan pula temperamen sebagai ciri genetis seseorang.

Namun, tegas dia bahwa manusia itu mempunyai hati nurani sebagai fitrah yang ingin selalu berbuat kebajikan dan menjadi nilai untuk terus ditumbuh kembangkan melalui pembelajaran secara kolektif dan diyakini bersama dalam pembentukan jatidiri/karakter unggul.

Dalam kesempatan itu ia juga mengingatkan tentang pengelolaan pengajaran dimasa pandemi Covid-19.

“Prinsip pengelolaan pengajaran memerkan berbagai koordinasi, kolaborasi dan konsistensi, terutama dimasa pandemi Covid-19," pesannya.

Kesehatan dan keselamatan untuk semua merupakan prioritas utama dalam penetapan kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan. Namun juga tetap mempertimbangkan tumbuh kembang dan hak anak selama pandemi Covid-19.

--page

Sebelumnya, Tutut Sunarsih selaku Kepala SMPN 2 Kapuas Murung menyampaikan bahwa workshop diikuti oleh seluruh guru setempat akan berakhir pada tanggal 29 Juli 2021 nanti guna menindaklanjuti hasil-hasil diklat selama 10 hari yang telah dilaksanakan oleh P4TK Kemdikbudristek.

“Semula terasa berat, selain karena sekolah kami terpencil di desa Mampai, jauh dari pusat kota, terkendala akses sinyal internet, kondisi kesehatan para guru dan kemampuan penguasaan tekhnologi informatika yang terbatas, alhamdulillah berkat dukungan dari semua pihak, kini kami makin semangat melaksanakan PSP,” ucapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-5)