BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kalaksa BPBPK Kalteng, Erlin Hardi meminta kepada kabupaten atau kota di Kalteng supaya menyikapi dengan serius setiap kejadian karhutla yang terjadi di setiap daerahnya.
Hampir setiap tahun ketika menjelang musim kemarau sebagain wilayah kabupaten dan kota di Kalteng terjadi karhutla.
"Kita minta karhutla ini harus disikapi dengan serius oleh masing-masing pemerintah daerah dengan melakukan pencegahan dini guna meminimalisir kejadian yang lebih besar dan sulit untuk ditanggulangi," ucapnya, Senin, 26 Juli 2021.
Dijelaskannya pencegahan karhutla dapat dilakukan dengan melaksanakan pemantauan di lapangan serta penegakan hukum serta sanksi bagi para pelaku pembakaran.
Sebab, pada saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau dan akhir-akhir ini juga tingkat panas sudah mulai tinggi, upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya karhutla di Kalteng.
--page
Diuangkapkannya, berdasarkan data per tanggal 24 Juli 2021 lalu titik panas di Kalteng terpantau ada 13 titik. Diantaranya terdapat di Katingan, Palangka Raya, dan Kobar masing masing 1 titik panas.
Kemudian Kotim 2 titik panas, lamandau 3, Pulang Pisau dan seruyan masing-masing 1, serta Sukamara 3. Dimana titik-titik panas tersebut dengan tingkat kepercayaan berada pada level medium ≤ 79%. Sedangkan di Kabupaten Lamandau dengan tingkat kepercayaan berada pada level high medium ≥ 80%. (DONNY D/B-5)









