BORNEONEWS, Palangka Raya - Pandemi yang berkepanjangan membuat pemerintah berupaya melakukan penanganan wabah Covid-19 dengan melakukan refokusing sejumlah anggaran, termasuk anggaran pembangunan untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah (Kalteng), Shalahuddin mengatakan, meski ada refokusing anggaran, pihaknya tetap berupaya mempertahankan kondisi infrastruktur jalan yang telah dibangun dengan melakukan pemeliharaan secara berkala.
"Kami tidak bisa melakukan peningkatan, tidak bisa melakukan pembangunan. Tapi kami tetap berupaya untuk mempertahankan kondisi infrastruktur jalan itu dengan cara melakukan pemeliharaan di situ. Jadi, pemantapan infrastruktur itu tetap ada," jelasnya.
Shalahuddin mengatakan, saat ini pembangunan infrastruktur yang masih berlanjut dan akan diselesaikan adalah infrastruktur pendukung Food Estate di Kapuas.
Sedangkan untuk beberapa peningkatan infrastruktur yang dipending seperti pembangunan beberapa saluran irigasi, dan jalan lingkar selatan Kota Sampit.
--page
Ia ingin nanti akan ada dana alokasi khusus. Seperti halnya tahun lalu juga ada alokasi anggaran sebesar Rp65 miliar, dan diharapkan bisa meningkat di tahun 2022.
"Sebagian dari pembangunan irigasi di lokasi Food Estate ada penundaan karena pemerintah sedang menangani Covid-19. Kemudian, untuk proyek pembangunan itu menggunakan APBD dari dana alokasi umum.," pungkasnya. (HERMAWAN DP/B-7)









