PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pembangunan infrastruktur di tiga kecamatan yakni Arut Selatan, Kumai, dan Kotawaringin Lama sudah mencapai 70 persen. Hal itu berdasarkan pemantauan yang dilakukan Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah didampingi Kepala Dinas PUPR Kobar Juni Gultom.

"Pembangunan infrastruktur untuk menunjang pertanian, pariwisata, dan akses desa ke kota sudah sekitar 70 persen," kata Juni Gultom, Senin, 26 Juli 2021.

Dia menyampaikan, setelah melihat semua kondisi infrastruktur yang sudah terbangun, baik yang menghubungkan desa - kota, kawasan wisata - perkotaan, ring road mulai dari Karanganyar, Kumpai Batu, Tanjung, Sebuai sampai Kubu, Teluk Bogam kemudian ke Pangkalan Bun sudah sesuai dengan visi misi kepala daerah.

"Artinya, kegiatan infrastruktur kita ini sudah sesuai dengan arahan, baik dari aspek perencanaan teknokratik, perencanaan secara politik, maupun perencanaan secara partisipatif dan berbasis ruang spasial serta punya tema-tema tertentu lainnya," jelas Juni Gultom.

Selanjutnya, untuk tahun 2022 dalam rangka penyelesaian sesuai sasaran RPJMD Kabupaten Kotawaringin Barat, pembangunan infrastruktur yang belum tuntas di tahun 2021 supaya dituntaskan pada tahun 2022. Sehingga tidak ada kegiatan yang mangkrak.

"Bupati sudah memastikan sasaran infrastruktur sesuai dengan rencana-rencana selama 4 tahun ini. Dan tahun ke 5 yaitu 2022 akan menuntaskan semua infrastruktur hingga fungsional dan layak," kata dia.

Juni Gultom menambahkan, ada dua infrastruktur yang menjadi prioritas, yaitu Pangkalan Bun Park dan Sport Center. Dan progres sport center tinggal finalisasi di 2022 begitu juga untuk Pangkalan Bun Park.

--page

Dinas PUPR juga akan melanjutkan pembangunan infrastruktur pada tahun 2022, yaitu untuk jalan-jalan yang menuju kecamatan termasuk di Desa Palih Baru dan Desa Lalang, Kecamatan Kotawaringin Lama, termasuk desa-desa terpencil lainnya.

"Di Kotawaringin Lama juga, tahun ini kita akan mengaspal jalan yang menuju RS Kotawaringin Lama. Dan akan kita lanjutkan dengan desa potensial di Lalang dan Rungun," tuturnya.

Kemudian, Juni Gultom juga menyebutkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan dipelihara yaitu terutama penyelesaian Jembatan Sungai Arut di Pangkalan Bun, termasuk juga untuk penyelesaian Water Front City di Pangkalan Bun dan Kumai. (DANANG/B-11)