SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Krisis oksigen terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), karena perusahaan penyuplai tidak dapat memenuhi kebutuhan baik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, maupun masyarakat. 

Akibat hal tersebut, RSUD dr Murjani Sampit, harus melakukan penghematan ekstra terhadap penggunaannya. Sehingga, bisa memenuhi kebutuhan pasien baik yang dalam perawatan Covid-19, maupun pasien lainnya. 

"Saya sudah berbicara dengan Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dan pihaknya berupaya melakukan penghematan maksimal. Agar kebutuhan bisa terpenuhi," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Rabu, 28 Juli 2021. 

Hal tersebut terpaksa dilakukan, karena pasokan oksigen ke rumah sakit hanya bisa terpenuhi 150 tabung per hari. Sedangkan, dalam sehari pihak RSUD membutuhkan 300 tabung. 

Samator yang merupakan perusahaan produksi oksigen dalam sehari hanya dapat memproduksi 300 6abung oksigen. Dan mereka harus menyuplai ke sejumlah daerah, seperti rumah sakit di Palangka Raya, Pangkalan Bun, Katingan, dan Seruyan. 

--page

"Kritisnya ketersediaan oksigen tersebut sudah kami sampaikan ke Gubernur Kalteng dan pemerintah pusat, mudah-mudahan mendapatkan solusinya," harap Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)