PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palangka Raya terus memperkuat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

Tidak hanya para pegawai, warga binaan pemasyarakatan (WBP) setempat juga melakukan hal yang sama. Bahkan, WBP disebut telah menyadari pentingnya prokes menghindari virus berbahaya tersebut.

“Covid-19 sudah 2 tahun. Mau tidak mau harus mengikuti prosedur untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru,” kata Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Tigor Immanuel Hutabalian kepada borneonews.co.id, Sabtu, 31 Juli 2021.

“Sekarang warga binaan sudah terbiasa dan mereka juga menyadari pentingnya prokes,” tambahnya.

Kesadaran itu tidak lepas dari imbauan yang terus disampaikan. Apalagi, beberapa waktu lalu ada sekitar 3 WBP yang terpapar. Termasuk adanya sejumlah pegawai. Namun kini, mereka sudah dinyatakan sembuh. Oleh sebab itu, pihaknya terus memperkuat penerapan prokes sebagai upaya mencegah Covid-19.

--page

“Kalau ada yang terkonfirmasi, kita lakukan 3T. Tes, lacak, dan isolasi (testing, tracing, treatment) supaya tidak menyebar. Intinya kita ikuti prosedur dalam penanganannya,” ungkap Tigor.

Dia melanjutkan, ada beberapa poin yang diterapkan dalam adaptasi kebiasaan baru. Di antaranya, mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun pada air yang mengalir atau hand sanitizer, pembatasan jarak fisik, menghindari menyentuh mata hidung dan mulut, melakukan praktik etika batuk (menutup mulut dan hidung dengan bagian dalam siku atau tisu dan segera membuang tisu bekas).

Selanjutnya, penggunaan masker, penggunaan alat pelindung diri, pembersihan atau disinfeksi (bersihkan dan disifeksi permukaan barang yang sering disentuh setiap hari), penyemprotan (disinfektan), skrinning orang (penghuni, petugas dan pihak lainnya) dan skinning keluar masuk barang (seluruh barang makanan dan minuman yang masuk maupun keluar dari UPT pemasyarakatan harus diperiksa serta dibersihkan dengan cairan disinfektan yang aman).

Tigor menyebut, prosedur dalam penerapan prokes masih terus dilakukan. “Selain itu, kita juga rutin melakukan pengecekan kesehatan. Juga kita berikan vitamin untuk menjaga imun tubuh,” paparnya.

Tigor menambahkan, kerja sama dalam mengakhiri Covid-19 sangat penting untuk dilakukan. Dia juga berharap, melalui disiplin prokes dan hal lainnya baik vaksinasi maupun menjaga imun tubuh atau sebagaimana prosedur yang ditetapkan pemerintah, dapat mengakhiri Covid-19. Sehingga, sambung dia, aktivitas bisa kembali berjalan normal.

--page

Memperkuat penerapan prokes juga dilakukan di Rutan Kelas IIA Palangka Raya. Bahkan, WBP sudah terbiasa dengan adaptasi kebiasaan baru seperti memakai masker dan lain-lain. Hal itu tidak lepas karena WBP sempat terpapar Covid-19 hingga angkanya mencapai 100 orang. Namun, semua kini juga dinyatakan sembuh. (BUDI YULIANTO/B-7)