BORNEONEWS, Sampit - Pedagang bambu musiman di Sampit, Kotawaringin Timur, mengeluhkan sepi pembeli. Pandemi yang terjadi saat ini menjadi salah satu penyebabnya.
"Sudah dua tahunan ini sepi, jauh dibanding sebelum adanya Covid-19," kata Yannur, pedagang bambu di Jalan MT Haryono, Sampit, Senin, 2 Agustus 2021.
Hal ini berbanding terbalik dengan pasokan bambu yang didapat. Saat ini, bambu yang biasa digunakan sebagai umbul-umbul sangat sulit dicari.
"Ini juga sekitar setengah bulan sebelumnya berburu baru bisa terkumpul banyak," katanya.
Warga Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga ini mengaku sudah dari tanggal 26 Juli 2021 berjualan. Namun hingga saat ini, belum ada penjualan yang signifikan.
--page
"Memang ada saja yang laku, tapi belum ramai. Mungkin belum banyak yang pasang umbul-umbul," katanya. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









