SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Keberadaan bambu untuk umbul-umbul di Sampit, Kotawaringin Timur, kian langka. Namun harganya belum berubah dari tahun sebelumnya. 

Berdasarkan pengakuan, Yannur, pedagang bambu musiman, keberadaan bambu khusus untuk tiang umbul-umbul ini i keberadaanya sudah mulai langka. Tanaman bambu banyak dibabat warga tanpa adanya penanaman kembali. 

"Carinya susah sekarang," ungkap Yannur, Senin, 2 Agustus 2021. 

Berdasarkan penelusuran borneonews.co.id, hanya ada sejumlah pedagang yang menyediakan bambu lurus itu. Salah satunya, di Jalan MT Haryono, Sampit. 

Harga bambu kini tak jauh beda dari tahun sebelumnya. Harga bambu Rp 10.000 per batang. Ada juga yang dijual per ikat isinya 10 batang dengan harga Rp 100.000.

"Bisa per batang atau langsung per ikat. Tergantung permintaan pelanggan," katanya.

--page

Bambu tiang umbul-umbul ini banyak didatangkan dari Desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga. Setengah bulan sebelumnya para pedagang biasanya berburu kemudian dipasarkan di Kota Sampit. (USAY NOR RAHMAD/B-11)