PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo mengatakan melalui food estate, produksi pertanian meningkat drastis sehingga mampu menambah kebutuhan pangan dalam negeri dan pasar ekspor.

Program ketahanan pangan dengan sistem pertanian terpadu tersebut, akan dapat menumbuh kembangkan sektor pertanian di Provinsi Kalteng secara merata.

"Food estate menjadi salah satu program strategis nasional 2020-2024. Kawasan food estate di Provinsi Kalteng berada di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas," katanya, Senin 2 Agustus 2021.

Dia menjelaskan sampai saat ini sudah sekitar 29.033,5 hektare lahan yang telah tertanam tanaman padi. Jumlah itu kalau dikalkulasi sekitar 98,8 persen mendekati target penanaman 30.000 hektare tanaman padi yang telah direncanakan pemerintah pusat.

Sedangkan untuk, luas lahan taman padi yang sudah terpanen terdapat sekitar 15.862 hektare atau 52,9 persen. Dengan jumlah ini tentunya kebutuhan bahan pokok masyarakat Kalteng dalam hal ini beras dapat terpenuhi.

--page

"Dengan banyaknya jumlah stok beras ini pastinya dapat menahan kenaikan harga beras di pasaran. Karena seperti yang kita tahu, bahwa hingga saat ini untuk beras kita masih menerima pasokan dari luar daerah Kalimantan Tengah," jelasnya.

Dia juga menilai tanaman padi yang telah ditanam di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas terkenal memiliki kualitas yang sangat baik. Hal ini tentu harus didukung dengan tata kelola pengairan dan irigasi yang baik. (NOPRI/B-6)