SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini kebutuhan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit belum terpenuhi maksimal. Karena perusahaan pemasok oksigen di Sampit tidak bisa memproduksi sesuai permintaan rumah sakit yang setiap harinya mencapai 300 tabung. 

Guna mengantisipasi kekurangan tersebut, pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyurati pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), dan pusat. 

Hasilnya, sementara ini pemerintah Kotim mendapatkan pasokan oksigen dari Pangkalan Bun dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Alhamdulilah RSUD dr Murjani Sampit mendapatkan pasokan dari Korindo Pangkalan Bun, dan Banjarmasin," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Senin, 02 Agustus 2021. 

Meskipun begitu, jumlah tersebut belum bisa memenuhi 300 tabung oksigen sesuai kebutuhan rumah sakit. Karena, jumlah tabung yanh dikirim dari Banjarmasin, hanya 100 tabung. Dan itu tidak setiap hari, karena di daerah tersebut juga membutuhkan. 

--page

"Paling tidak bisa membantu sedikit, sehingga pihak rumah sakit harus mengatur dan menghemat penggunaannya," kata Halikinnor. 

Sementara, perusahaan produksi oksigen di Kotim yakni Samator hanya bisa menyuplai 150 tabung oksigen setiap harinya. Sehingga kekurangan 150 oksigen lainnya, ditutupi dengan suplai oksigen dari Pangkalan Bun dan Banjarmasin.

"Kita berdoa semoga kasus Covid-19 di Kotim bisa turun, sehingga tidak banyak penggunaan oksigen, dan kesehatan masyarakat juga terjaga," harap Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)