PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan berdasarkan 2 kota acuan yakni Palangka Raya dan Sampit Kalteng mengalami inflasi sebesar 0,08 persen di bulan Juli 2021.

Dia menjelaskan inflasi yang terjadi di Palangka Raya yaitu sebesar 0,12 persen karena dipengaruhi oleh peningkatan indeks kelompok makanan, minuman dan tembakau yakni sebesar 0,27 persen.

"Ada juga kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,25 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,24 persen," tulis Eko melalui rilisnya, Senin, 2 Agustus 2021.

Sedangkan inflasi yang terajadi di Sampit yaitu sebesat 0,01 persen karena dipengaruhi oleh peningkatan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,49 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,20 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,09 persen.

Sementara itu untuk laju inflasi di Kalteng berdasarkan tahun kalender yakni sebesar 1,31 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun 1,41 persen.

--page

Di sisi lain dari 90 kota pantauan Indek Harga Konsumen (IHK) nasional, ada 61 kota yang mengalami inflasi dan 29 kota deflasi selama bulan Juli 2021.

Deflasi tertinggi terjadi di Manokwari yaitu sebesar 0,60 persen dan inflasi tertinggi di Sorong 1,51 persen.

Sedangkan untuk Palangka Raya menempati peringkat ke-37 kota inflasi, dan Sampit menjadi kota dengan inflasi terendah yaitu berada di peringkat ke-61 kota inflasi. (DONNY D/B-5)