SEMARANG –

BORNEONEWS, Semarang - Di masa pandemic seperti sekarang ini menimbulkan banyak sekali perubahan yang terjadi di masyarakat, Pemerintah menetapkan beberapa aturan selama masa pandemic ini, yaitu segala sesuatunya dialihkan menjadi online. Berbagai aktivitas mulai dari pekerjaan, perkuliahan bahkan sekolah pun menjadi online. Hal ini menjadi tantangan baru bagi orangtua baik yang bekerja maupun yang hanya sebagai IRT saja.

Tentu saja terdapat beberapa kendala yang dialami orangtua dalam mendampingi anak belajar di rumah, terlebih lagi jika orangtua yang juga melaksanakan WFH. Belum lagi koneksi internet yang tidak memadai, dan pendidikan orangtua yang rendah juga menjadi kendala dalam mendampingi anak belajar dari rumah.

“Pelajaran anak sekarang mba, angel kabeh! Dia tanya saya,  wong saya juga gak tau ya mba, akhirnya saya suruh aja buka google. Kadang saya suruh belajar sendiri aja mba anaknya,” Ucap salah satu orangtua.

Mendampingi anak belajar dirumah tidaklah mudah bagi beberapa orangtua, terlebih lagi orangtua yang tidak memiliki pendidikan yang cukup tinggi,Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian besar orangtua dalam mendampingi anak selama belajar dari rumah, karena anak membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai dan dukungan secara sosial dari orangtua. Agar anak mendapatkan pelajaran secara maksimal. 

Dengan begitu, Mahasiswa KKN UNDIP TIM II  periode 2021 terdorong untuk memberikan edukasi berupa poster secara hardfile dan softfile kepada para orangtua di RW 4 Kelurahan Jatisari. Dikarenakan beberapa warga tidak memiliki fasilitas gadget yang memadai maka edukasi yang diberikan berupa poster yang berisi tentang perubahan yang terjadi dan diberikan juga strategi untuk para orangtua dalam mendampingi anak belajar selama masa pandemic berlangsung.

--page

Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh orangtua dalam menjadi “guru” di rumah:

Strategi agar orangtua siap menjadi guru:

  • Mendiskusikan dg anak masalah : perubahan jadwal belajar, fasilitas apa saja yg dibutuhkan dan bentuk pendampingan apa yang diperlukan.
  • Pasangan Orangtua yaitu ibu dan ayah harus berbagi tugas dalam mendampingi dan mengajari anak dirumah.
  • Orangtua belajar perlu menambah wawasan pengetahuan terkait cara mendidik anak yang efektif dan materi pelajaran anak.
  • Ciptakan rumah sebagai tempat yang nyaman untuk belajar dan menyediakan beberapa alternatif tempat di sekitar rumah agar anak tidak bosan dalam belajar.
  • Berikan fasilitas belajar, media pembelajaran anak yang cukup layak termasuk koneksi internet
  • Konsultasikan dengan guru terkait tugas-tugas pelajaran anak maupun aktivitas belajar di rumah
  • Melakukan aktivitas secara bersama-sama di rumah seperti beribadah, memasak, makan bersama agar mengakrabkan keharmonisan keluarga.

Setelah diberikan edukasi tersebut, Hasilnya para orangtua merasa terbantu dengan beberapa strategi yang diberikan karena beberapa  orangtua merasa mendapatkan motivasi dalam membimbing dan mendampingi anak selama School From Home (SFH) berlangsung.

“Nah ini berguna banget mba, karena realistis sekali dengan keadaan banyak orangtua mengeluh dengan sekolah dari rumah ini.” Harapannya dengan diberikan edukasi ini semoga dapat membantu lebih banyak lagi orangtua dalam membimbing dan mendampingi anak selama School From Home (SFH) berlangsung.

Penulis: Asmi Aprilianty/Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang