BORNEONEWS, Sampit - Kemunculan buaya di Sungai Mentaya, tepatnya di tengah Pelabuhan Kecamatan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, menjadi perhatian sejumlah pihak.
Bahlan Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat beraktivitas di Sungai Mentaya.
"Kalau bisa kurangi beraktivitas di Sungai Mentaya, karena lebih baik menghindar sebelum ada korban," ujarnya, Selasa 03 Agustus 2021.
Buaya sendiri muncul pada Sabtu, 31 Juli 2021 lalu. Kemunculannya sempat membuat geger masyarakat. Karena, sangat jarang buaya menampakan diri di sekitar PPM.
Masyarakat sekitar juga sering melakukan aktivitas cuci dan mandi di lanting sungai tersebut. Hal itulah yang membuat masyarakat khawatir, menjadi korban serangan oleh hewan buas tersebut.
--page
Sementara salah satu program pemerintah daerah sendiri yakni melestarikan hewan tersebut, sehingga bisa dikembangkan untuk menjadi destinasi destinasi wisata baru.
Namun sesuai ketentuan undang-undang, penanganan satwa ini merupakan kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pemerintah sudah menyurati agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bisa bekerjasama untuk melakukan penangkaran di Pulau Lepeh atau Danau Buaya. Namun belum ada jawaban dari pihak kementrian.
"Kami akan menyurati kembali terkait kemunculan buaya dangan harapan ada solusi nantinya," harapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









