PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan Kobar, membentuk 22 KWT (Kelompok Wanita Tani) yang mengembangkan kegiatan program  Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Program itu sekaligus dalam rangka memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menambahkan penghasilan di tengah Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kobar Kris Budi Astuti mengatakan, program pekarangan pangan lestari ini merupakan program dari Kementrian Pertanian. Terbentuknya kelompok tani wanita ini untuk membentuk kemandirian kemandirian pangan keluarga. 

"Dari 22 kelompok Wanita Tani di Kobar, sebanyak 15 kelompok merupakan aspirasi dari pak Bambang Purwanto anggota DPR RI, dan  8 kelompok yang kita bentuk, setiap kelompok tani ini beranggotakan sebanyak 30 orang, program ini sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah Pandemi Covid-19," Kata Kris Budi Astuti, Selasa, 3 Agustus 2021.

Menurut Kris Budi Astuti, 15 kelompok yang merupakan aspirasi dari Bambang Purwanto tersebar di Kecamatan Kumai ada 2 kelompok, Arut Selatan 3, Pangkalan Lada 4, Pangkalan Banteng 4 dan Kecamatan Kotawaringin Lama ada 2 kelompok. 

Lanjutnya, untuk 8 kelompok yang terbentuk dan di danai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik tersebar di Kecamatan Arut Selatan sebanyak 3 kelompok yakni KWT cinta insan Kelurahan madurejo RT 25, KWT .cabai rawit di  Dusun Karanganyar Kelurahan Mendawai dan  KWT Beringin Jaya Perum Beringin rindang desa pasir panjang. 

--page


Kemudian, untuk Kecamatan Kumai ada KWT Keraya Lestari, Kecamatan Kotawaringin Lama ada KWT Mandiri di Kelurahan Kotawaringin Hilir, KWT Mekar Sari  di desa Pangkalan Tiga, KWT. Tunas Jaya di desa Sungai Pakit dan satu kelompok di Pangkut Kecamatan Arut Utara tidak jadi di proses, sehingga dari 8 KWT hanya 7 saja yang di danai dari DAK non fisik. 

"Setiap kelompok tani wanita yang dananya bersumber dari DAK hanya menrima Rp 55 juta, dimana dana ditranfer langsung ke rekening kelompok, lalu dibelanjakan sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Kebutuhan Anggaran ( RKKA) yang telah disusun," tuturnya.

Kris menambahkan, sementara itu, untuk 15 KWT yang merupakan aspirasi pak Bambang Purwanto sumber dana dari APBN tugas pembantuan Dinas Ketahanan Pangan Propinsi Kalimantan Tengah, dimana setiap kelompok mendapat bantuan sebesar Rp  60 juta. 

"Jadi, setiap kelompok wanit tani ini mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Dana bantuan tersebut di wajibkan mengembangkan atau membangun rumah bibit guna memproduksi bibit, harus ada pengembangan  sayuran hidroponik, pengembangan kolam ikan dengan metode bioflok, pengembangan tanaman di polibag serta dana bantuan tersebut di gunakan juga untuk penanganan pasca panen," ungkapnya. (DANANG/B-7)