PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lantaran terjadi lonjakan pasien positif covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) belakangan ini menyebabkan pasien tidak bisa langsung masuk ke ruangan isolasi dan terpaksa transit sementara di ruang IGD RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Wakil Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Hardino, Rabu, 4 Agustus 2021 mengatakan kondisi ini terpaksa dilakukan lantaran pasien yang baru masuk harus menunggu dulu adanya pasien covid-19 yang terkonfirmasi negatif dan meninggalkan ruang isolasi.

"Rata-rata pasien positif covid-19 terpaksa menunggu di ruang IGD selama 1 - 3 hari. Untuk itu kami eminta maaf tidak bisa memberikan pelayanan maksimal, karena keterbatasan ruangan yang ada untuk merawat pasien covid-19, namun lonjakan pasien tergolong tinggi," jelasnya.

Hardino mengatakan jumlah pasien covid-19 yang terpaksa transit di IGD rata-rata berjumlah sekitar 20 - 25 pasien per-hari.

"Bahkan kondisi lonjakan pasien ini, kami terpaksa mempergunakan beberapa ruangan lain di RSUD selain tempat isolasi pasien covid-19 gedung 5 lantai. Di antaranya yaitu kemudian ruangan perawatan bedah, bangsal perawatan penyakit wanita itu juga sudah difungsikan sebagai ruangan isolasi," jelasnya.

--page

Hardino berharap agar kondisi lonjakan pasien covid-19 tidak terus terjadi, karena terbatasnya ruangan perawatan yang ada.

"Semoga lonjakan pasien positif seperti belakangan ini tidak terus terjadi. Kami berharap seluruh masyarakat bisa berpartisipasi untuk mencegah penyebaran covid-19 dengan terus berdisiplin melaksanakan protokol kesehatan diantaranya mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, memakai masker, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas keluar masuk daerah," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)