SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kapolres Kotawaringin Timur meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, karena akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan paru-paru. Ditambah daerah ini yang masih dilanda pandemi Covid-19. 

"Jika terjadi karhutla yang besar maka akan berimbas terhadap kabut asap. Asap biss berdampak terhadap paru-paru, begitu juga Covid-19. Sehingga, saya harap masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Rabu, 04 Agustus 2021. 

Hal ini diminta agar lebih diperhatikan masyarakat, terutama selalu berhati-hati. Jangan sampai melakukan hal yang bisa berdampak atau memicu terjadinya kebakaran. 

Karena dampaknya sangat besar bagi kesehatan, dan juga perekonomian. Terutama jika terjadi kabut asap pekat yang melanda daerah ini. 

"Bahkan dampaknya tidak hanya di rasakan di Kotim, namun juga luar daerah atau bahkan negara luar," katanya. 

--page

Oleh sebab itu dia mengajak masyarakat untuk menjaga nama baik negara ini. Cuaca berubah-rubah seperti saat ini juga jangan dimanfaatkan untuk membuka lahan dengan dibakar. 

"Boleh saja membuka lahan, namun dengan cara tidak membakar, karena dikhawatirkan merambah ke lahan lainyya hingga terus membesar," terangnya.

Pihaknyapun tidak segan melakukan penindakan hukum terhadap pelaku pembakar lahan, sehingga jangan coba-coba melakukannya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)