BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas telah melakukan visitasi secara virtual melalui zoom meeting untuk perizinan unit hemodialisa yang baru.
Hal itu dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal untuk masyarakat penderita gagal ginjal yang membutuhkan layanan cuci darah atau Hemodialisa di Kabupaten Kapuas.
Acara ini dipandu oleh moderator dr. Jum'atil Fajar, selaku Kabid Pelayanan Medik RSUD Kapuas, dan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Apendi.
Apendi memberikan apresiasi tentang peningkatan dan pengembangan bangunan baru layanan kesehatan di Kabupaten Kapuas, khususnya layanan hemodialisa di RSUD Kapuas.
Dia juga berpesan sekiranya pasien atau warga yang berdomisili di Kabupaten Kapuas mendapatkan layanan maksimal berkaitan dengan tindakan cuci darah atau hemodialisa.
--page
"Tanpa perlu lagi mengantri atau dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih lengkap sarana dan prasarananya," katanya, Rabu 4 Agustus 2021.
Selanjutnya Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Unit Hemodialisa RSUD Kapuas, dr. Daya Daryadijaya, menjelaskan saat ini di Unit Hemodialisa telah memiliki bangunan baru yang sudah selesai, hanya tinggal menyelesaikan penataan isi peralataan yang dipindahkan dari bangunan Unit HD yang lama.
“Unit HD yang lama sudah berdiri sejak tahun 2014, melayani pasien cuci darah dengan menggunakan 10 mesin dengan rata-rata 120 tindakan HD reguler perminggu, maka didapatkan angka rata-rata 480 tindakan HD reguler perbulan. Jumlah penderita pasien Gagal Ginjal tiap tahunnya meningkat dengan signifikan, tidak sebanding dengan bertambahnya jumlah mesin hemodialisa,” tuturnya.
Tercatat data per Juli 2021 kurang lebih dari 54 pasien yang rutin mendapatkan pelayanan di Instalasi Hemodialisa BLUD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Pasien-pasien tersebut berdomisili di Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, dan daerah-daerah terdekat lainnya yang belum memiliki pelayanan hemodialisa.
Lebih lanjut, dia mengatakan seiring dengan meningkatnya jumlah pasien gagal Glginjal yang perlu mendapatkan pelayanan Hemodialisa, maka diperlukan juga peningkatan sarana dan prasarana seperti mesin HD, instalasi water treatment (air RO), ruangan tindakan, alat-alat kesehatan dan lain-lain.
--page
Selain itu perlu juga adanya peningkatan Sumber Daya Manusia yaitu dokter spesialis, perawat, teknisi maupun tenaga pendukung lainnya yang sudah tersertifikasi.
“Untuk merealisasikan rencana ini, Instalasi Hemodialisa BLUD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas pada rencana kedepannya akan meningkatkan jumlah pelayanan HD yang saat ini memiliki 10 unit mesin HD, diharapkan akan dapat ditingkatkan menjadi 20 unit mesin HD,” harapnya.
Sementara itu, hasil kesimpulan penilaian visitasi melalui Perwakilan Pernefri Korwil Jawa Timur, dr Pranawa, mengatakan dari berbagai persyaratan diatas sudah sebagian besar terpenuhi, untuk memenuhi rencana pengoperasional 20 unit mesin HD maka diperlukan tambahan jumlah SDM perawat HD yang sudah tersertifikasi, akan tetapi untuk melaksanakan hal tersebut masih terkendala pandemi Covid-19 yang menghambat pelaksanaannya.
“Semoga dengan percepatan izin operasional Unit Hemodialisa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas yang baru dapat segera terealisasi dan dinas yang berwenang mengeluarkan perizinan unit hemodialisa yang baru," ucapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)








