BORNEONEWS, Palangka Raya - Impor Kalteng selama Juni 2021 yang senilai US$ 2,97 juta berasal dari empat negara, yaitu Malaysia, Singapura, Arab Saudi, dan Jerman.
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan impor barang yang didatangkan dari Malaysia yakni berupa mesin/pesawat mekanik atau ketel uap air yang dioperasikan secara elektrik, aparat pemanas dan pendingin serta alat-alatnya, mesin untuk industri pengolahan makanan, serta mesin lainnya untuk industri tertentu senilai US$ 7,75 juta; bijih, terak, dan abu logam atau sisa logam tidak mengandung besi senilai US$ 0,14 juta, dan mesin/peralatan listrik atau perangkat pembangkit tenaga listrik lainnya senilai US$ 0,13 juta.
Selanjutnya impor dari Singapura yaitu berupa bahan bakar mineral atau aspal senilai US$ 1,34 juta. Sedangkan impor dari Arab Saudi dan Jerman berupa berbagai produk kimia atau bahan kimia lainnya masing-masing senilai US$ 0,23 juta dan US$ 0,10 juta.
"Jika dibanding dengan nilai impor pada Mei 2021, terjadi peningkatan impor yang signifikan dari Malaysia pada Juni 2021 yaitu senilai US$ 5,68 juta atau 242,74 persen," tuturnya, Rabu, 4 Agustus 2021.
Peningkatan impor tersebut terjadi terutama didorong oleh meningkatnya impor mesin/pesawat mekanik senilai US$ 6,47 juta. Impor dari Singapura dan Arab Saudi juga mengalami peningkatan masing-masing senilai US$ 1,34 juta dan US$ 0,08 juta atau 53,33 persen.
--page
Sementara itu, impor dari India, Jerman, dan Viet Nam mengalami penurunan masing-masing senilai US$ 0,48 juta atau 100 persen, US$ 0,17 juta atau 62,96 persen, dan US$ 0,02 juta atau 100 persen.
Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, impor Kalteng pada Juni 2021 dari seluruh negara mengalami peningkatan, kecuali Jerman dan beberapa negara yang termasuk dalam negara asal lainnya.
Impor dari Malaysia mengalami peningkatan terbesar senilai US$7,29 juta atau 998,63 persen. Kemudian diikuti impor dari Malaysia dan Arab Saudi masing-masing senilai US$ 1,34 juta dan US$ 0,09 juta atau 64,29 persen.
Sementara itu, impor dari Jerman mengalami penurunan sebesar US$ 0,18 juta atau 64,29 persen. Impor pada kelompok negara asal lainnya juga mengalami penurunan yang berasal dari Laos dan Viet Nam masing-masing senilai US$ 0,57 juta dan US$ 0,02 juta.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor Januari–Juni 2021 dari seluruh negara naik US$ 14,39 juta atau 92,66 persen. Meskipun secara total meningkat, jika dilihat berdasarkan negara asal hanya Malaysia dan India yang mengalami peningkatan.
--page
Pada Maret dan Juni 2021, terjadi peningkatan nilai impor yang besar dari Malaysia. Secara kumulatif, peningkatan impor terbesar berasal dari Malaysia senilai US$ 16,52 juta atau 483,04 persen.
Sementara itu dari sisi peranannya, kontribusi terbesar berasal dari Malaysia senilai US$ 19,94 juta atau 66,64 persen, diikuti Singapura dan Laos masing-masing senilai US$ 4,11 juta atau 13,74 persen dan US$ 3,38 juta atau 11,30 persen. (DONNY/B-5)









