BORNEONEWS, Sampit - Dua ekor ular yang sempat menyerang unggas peliharaan milik Lehan, warga Jalan HM Arsyad, akhirnya diserahkan ke aktivis pecinta satwa liar di Sampit. Selanjutnya aktivis melepaskan ular tersebut ke lokasi yang jauh dari jangkauan manusia.
"Kami tidak tahu harus diapakan ular-ular tersebut. Mau melepaskannya takut kembali lagi. Akhirnya kami laporkan ke pecinta satwa liar," kata Salman, salah seorang pekerja bengkel di sekitar kandang unggas yang diserang ular tersebut, Rabu, 4 Agustus 2021.
Sementara itu, Hari Siswanto menyarankan, sebaiknya masyarakat yang menemukan ular tak memberanikan diri menangkap tanpa keahlian khusus. Sekalipun hanya sebatas ular tanpa racun seperti sanca.
"Jangan dibunuh. Hubungi saja petugas terkait. Bisa menghubungi dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan atau ke kami," kata Hari.
Dikatakan Hari, pihaknya akan segera melepaskan ular tersebut. Mencari tempat aman yang tidak ada kebun, rumah, maupun permukiman warga.
Sebelumnya, Lehan beserta karyawan bengkelnya dibuat kaget, dua ekor sanca berukuran 3,5 meter masuk ke kandang unggas dan menyerang ayam peliharaan.
--page
Lehan bersama tiga orang pekerja bengkelnya pun berupaya menangkap ular tersebut. Akhirnya ular jenis Python breitensteini itu diamankan. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









