SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat Kota Sampit, Kotawaringin Timur, yang mengalami gangguan satwa liar seperti ular, diharapkan tak membunuh atau menangani sendiri. Masyarakat bisa menghubungi tim ahli yang sudah berpengalaman menyelamatkan ular-ular itu.

"Hendaknya jangan dibunuh, serahkan saja ke tim ahlinya daripada berisiko," kata Hari Siswanto, aktivis pecinta satwa liar di Sampit, Kamis, 5 Agustus 2021. 

Aktivis yang juga tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Yayasan SIOUX Ular Indonesia ini, mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) kabupaten setempat. 

"Kami sudah berbagai macam ular dari biasa hingga yang mematikan," ucap Hari. 

Pihaknya juga selalu menyempatkan diri memberikan edukasi ke masyarakat tentang ular serta bahayanya. Sehingga masyarakat dapat mengenal dan mengetahui langkah tepat dalam mengatasi gangguan bila terjadi di rumah, kantor, maupun permukiman lainnya. 

"Karena berbahaya menangani dengan pengetahuan yang minim soal ular itu," imbuhnya. 

Masyarakat disarankan mengubungi langsung nomor darurat berikut jika terjadi ular masuk permukiman : Panggilan darurat (0531) 21001. Bisa juga ke nomor 0896-2966-8882 atau 0821-5309-0510 atau 0817-7236-8326. 

--page

"Tidak hanya ular, biawak, tawon dan binatang berbahaya lainnya segera hubungi kami. Tanpa dipungut biaya," kata Hari. 

Hari berharap masyarakat akan lebih banyak tahu dan paham soal satwa liar seperti ular. Sehingga bila terjadi gangguan dapat bertindak secara tepat tanpa harus membunuh satwa.(USAY NOR RAHMAD/B-11)