BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Melihat pentingnya oksigen dalam penanganan medis dan pemenuhan oksigen di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang masih disuplay dari daerah lain, maka sudah saatnya pemerintah daerah Kobar memiliki mesin pengolah oksigen secara mandiri.
Wakil Ketua II DPRD Kobar Bambang Suherman mengatakan, pihaknya akan mendorong pemerintah daerah untuk memiliki mesin pengolah oksigen sendiri. Sehingga, kedepan tidak lagi bergantung pada perusahaan atau daerah lain.
"Memang sebaiknya, Pemda berupaya agar rumah sakit memiliki mesin pengolah oksigen, karena ini untuk jangka panjang dan kita untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini, seperti kelangkaan oksigen di tengah situasi darurat seperti Covid-19 saat ini," ujarnya, Kamis, 5 Agustus 2021.
Menurutnya, ketika nanti rumah sakit sudah bisa mengolah oksigen sendiri, maka tinggal mensuplay ke puskesmas-puskesmas dan klinik yang ada di Kobar. Sehingga, tidak hanya siap secara medis tetapi Kobar juga bisa menyediakan oksigen.
"Maka kedepan kita tidak perlu lagi minta suplay oksigen dari luar daerah atau perusahaan," tuturnya.
--page
Seperti yang dilakukan Pemkab Kobar beberapa waktu lalu. Telah melaksankan MoU dengan PT Korindo Aria Bimasari untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Diketahui bersama bahwa mesin oksigen milik perusahaan tersebut sudah tua dan lama tidak beroperasi. Meski sudah dilakukan survei dan layak, namun dikhawatirkan ada kendala mengingat mesin yang tua.
"Mesin itu sudah tua dan lama tidak bekerja, kemudian kondisi darurat dipaksa untuk operasi lagi. Saya khawatir, lama kelamaan produksinya tidak maksimal," ungkapnya.
Kemudian, mengingat oksigen tersebut dijual kembali dan diprioritaskan untuk warga yang Isoman, Bambang meminta kepada pemerintah daerah agar pembebanan atau harga daripada oksigen tersebut, sesuai dengan Perda yang ada.
"Jadi jangan sampai harganya melebihi yang telah ditentukan oleh Perda, sehingga dapat membantu masyarakat ditengah pandemi Covid-19," tuturnya. (DANANG/B-7)









