BORNEONEWS, Palangka Raya - Melonjaknya kasus Covid-19 membuat tingginya permintaan masyarakat akan oksigen cair, ini membuat berdampak pada langkanya tabung oksigen di pasaran.
Supervisor Kimia Cabang Palangka Raya, Handoko mengatakan, bahwa ketersediaan oksigen disejumlah apotek milik perusahaan milik negara dalam beberapa Minggu terakhir ini mengalami kekosongan.
"Untuk di sejumlah apotek Kimia Farma di Kota Palangka Raya, stok oksigen mengalami kekosongan. Ini sudah terjadi dari awal melonjaknya kasus Covid-19 beberapa waktu," katanya, Jumat 6 Agustus 2021.
Handoko menjelaskan, kekosongan stok oksigen ini terjadi hampir di seluruh apotek yang ada di Kota Palangka Raya. Dirinya memperkirakan, kekosongan stok oksigen juga terjadi disejumlah apotek Kimia Farma di seluruh Kabupaten Provinsi Kalimantan Tengah.
Dirinya berharap, konsumen tidak perlu panik berlebihan dengan membeli oksigen tabung hanya dengan alasan berjaga-jaga. Karena disituasi pandemi Covid-19 ini sebaiknya masyarakat mulai memperhatikan kepentingan bersama karena masih ada orang-orang yang lebih memerlukan.
--page
Sementara itu, penanggung jawab Distributor Gas Medis dan Industri CV Palangka Gas, Triyudha memastikan pihaknya berupaya mengamankan persediaan oksigen tabung untuk kebutuhan rumah sakit. Diakuinya permintaan oksigen oleh rumah sakit terus meningkat sejak awal mei lalu.
"Kalau dari Juni mulai meroket sampai 80-100 persen kenaikannya. Juli naik terus. Kita awalnya agak cemas dengan permintaan yang seperti itu tapi ternyata pengiriman masih normal. Jadi kita bisa memenuhi kebutuhan pasar," tutupnya. (NOPRI/B-5)









