BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie Anderson mendorong pemerintah daerah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pelaksanaan vaksinasi selanjutnya.
Hal tersebut kata dia untuk mencegah munculnya penumpukan massa atau kerumunan di sentra pelaksanaan vaksinasi.
“Saya kira pemerintah daerah bisa mengembangkan vaksinasi berbasis teknologi, sehingga mereka yang datang betul-betul mendapatkan vaksin," katanya, Minggu, 8 Agustus 2021.
Menurut Rinie ini penting untuk mencegah adanya konsentrasi masa di setiap layanan kesehatan. Apalagi vaksinasi memang ditunggu masyarakat.
Kesadaran tinggi untuk mendapatkan vaksin ini merupakan hal positif. Namun jangan sampai dibalik antusiasnya masyarakat ini justru memicu kerumunan baru dan membuat klaster penularan.
Rinie juga menyebutkan, vaksinasi bisa dilakukan setiap RT atau RW di desa atau kelurahan. Asalkan dilakukan dengan berkelanjutan.
--page
"Kalaupun keterbatasan dari tenaga kesehatan kita saya kira setiap hari bisa dilaksanakan, misalnya per RT atau RW. Tapi yang jelas vaksinasi harus jalan tanpa menimbulkan gerombolan masa,” tegasnya. (NACO/B-11)









