SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Sejumlah warga masih nekat menerobos jalan yang diportal oleh pihak asrama dodik Kompi Antang. Warga yang nekat menganggap, penutupan jalan bukan larangan lewat melainkan larangan buang sampah di kawasan yang ditutup. 

"Saya tidak merasa buang sampah di situ. Lagian saya lihat ada celah portal yang sudah rusak, jadi saya lewat saja," kata Agus, salah seorang pengguna jalan, Senin, 9 Agustus 2021. 

Tak hanya satu atau dua orang saja yang lewat. Sejumlah warga lainnya masih tetap lewat. Namun portal yang berada di ruas Jalan Cut Mutia masih tertutup jadi ada sejumlah pengendara terpaksa putar balik.

"Portalnya yang rusak di Jalan Agatis, dan sekitar lokasi Jalan Gatot Subroto bisa dilewati. Tapi di Jalan Cut Mutia masih tertutup, jadi tetap enggak bisa lewat," kata Amir, pengguna jalan lainnya. 

Sebagian ruas Jalan Agatis dan Jalan Cut Mutia Sampit, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, ditutup oleh pihak Kompi Antang, lantaran ulah sejumlah warga yang membuang sampah sembarangan di kawasan itu. 

--page

Sejumlah akses itu ditutup sejak Jumat, 6 Agustus lalu. Pihak yang mempunyai kawasan yakni Kompi Antang tampaknya merasa geram atas ulah oknum warga yang kerap membuang sampah di sekitar lokasi itu. 

Sebelumnya di kawasan itu ada tempat pembuangan sampah sementara. Namun setelah dibangun depo di Jalan Sampurna, seluruh aktivitas buang sampah dihentikan. Dan, tempat pembuang sampah sementara itu pun ditutup permanen. 

Warga sekitar pun mengatur tidak tahu oknum yang membuang sampah-sampah tersebut. Sementara diakui mereka, warga sekitar membuang sampah di depo dengan berlangganan kepada petugas kebersihan. 

Sebelum jalan yang berada di dekat asrama dodik itu ditutup, sudah dipasang papan peringatan bernada keras di bekas tempat pembuangan sampah sementara. Namun hal tersebut tak dihiraukan oknum warga yang tak bertanggung jawab tersebut. 

Akibat ditutupnya jalan itu akses warga menjadi terhambat. Pengguna jalan terpaksa mencari jalan alternatif lainnya. Sementara pihak Kompi Antang belum diketahui sampai kapan menutup sejumlah ruas jalan yang dianggap warga penting itu. (USAY NOR RAHMAD/B-5)