MEMASUKI tahun kedua pandemi Covid-19 yang melanda diberbagai belahan dunia tentu saja telah mengubah berbagai kebiasaan kita, tak terkecuali dibidang pendidikan formal sekolah.
Oleh karena itu pembelajaran tatap muka di sekolah menjadi salah satu kerinduan banyak peserta didik, karena pembelajaran tatap muka dinilai sebagai pembelajaran yang paling efektif. Tapi semua berubah dan harus beradabtasi di tengah pandemi Covid-19.
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring merupakan salah satu alternatif pembelajaran saat ini guna pencegahan penularan Covid-19. Di antara pelajaran di sekolah dan matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang mengalami hambatan paling berarti.
Kondisi ini karena matematika memerlukan pemahaman konsep dan penerapan serta pengaplikasian, mulai dari kerumitan penyampaian materi hingga kendala sinyal saat penyampaian materi menjadi hambatan adanya progres dalam pembelajaran matematika.
Hasil Survey Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang diterbitkan Maret 2019 memotret seklumit masalah pendidikan Indonesia. Dalam kategori kemampuan membaca, sains, dan matematika, skor Indonesia tergolong rendah karena berada diurutan ke 74 dari 79 negara.
--page
PISA merupakan survey evaluasi sistem pendidikan di dunia yang mengukur kinerja siswa kelas pendidikan menengah. Penilaian ini dilakukan setiap 3 tahun sekali dan dibagi menjadi 3 point utama yaitu literasi, matematika, dan sains.
Hasil pada 2018 mengukur kemampuan 600 ribu anak usia 15 tahun dari 79 negara. Pada kategori matematika, Indonesia barada di peringkat ke 7 dari bawah (73) dengan skor rata – rata 379. Turun dari peringkat 63 pada 2015.
Dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran tatap muka saja kemampuan matematika anak Indonesia masih kurang baik apalagi sekarang pembelajaran secara daring. Karena adanya pandemi Covid-19 ini anak – anak harus terbiasa belajar mandiri di rumah baik dengan literasi maupun pengaplikasian matematika.
Sedangkan menurut data UNESCO minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan yakni hanya 0,001 persen. Artinya dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 orang yang rajin membaca. Lalu bagaimana solusi yang paling efektif untuk keadaan seperti saat ini?
Demi menjaga kesehatan diri, keluarga dan sekitarnya tentu saja untuk saat ini pembelajaran daring merupakan salah satu solusi yang cukup baik. Hanya saja perlu adanya kreatifitas guru dalam mengajar agar peserta didik bisa dengan mudah memahami apa yang disampaikan dan tidak mudah jenuh saat pembelajaran berlangsung secara daring.
--page
Sebagai contoh guru bisa menggunakan media power point (PPT) yang menarik minat peserta didik atau saat pembelajaran guru bisa sesekali menyelingi dengan candaan agar peserta didik tidak jenuh dan bosan.
Dimasa seperti ini peran guru sangat dibutuhkan agar peserta didik tetap ada progres dalam pembelajaran. Ada beberapa hal yang bisa peserta didik lakukan agar aktivitas belajar peserta didik dari rumah bisa menjadi nyaman dan menyenangkan di antaranya:
1. Yang paling penting dan paling utama adalah tetap menjalankan religiusitas dan kegiatan keagamaan sesuai kepercayaan peserta didik.
2. Menyiapkan fasilitas yang memadai untuk belajar dari rumah dan hal ini tentunya tidak lepas dari peran serta orang tua peserta didik. Peralatan dan koneksi internet yang baik atau apapun yang dapat menunjang proses belajar dari rumah harus disediakan di rumah jangan sampai ada yang tertinggal karena dapat menghambat proses pembelajaran.
3. Sediakan tempat yang nyaman untuk belajar. Dengan menyiapkan ruangan khusus untuk belajar, maka peserta didik bisa berkonsentrasi dalam aktivitas belajar, buat senyaman mungkin ruang tersebut, sehingga peserta didik betah di ruangan. Pastikan ruangan mempunyai pancahayaan yang bagus dan jangan sampai ruangan minim pencahayaan karena bisa membuat mata sakit.
--page
4. Jauhkan benda yang membuat peserta didik kurang focus. Belajar dari rumah pasti tidak luput dari gangguan yang membuat peserta didik kurang focus, misalnya dari televisi, mainan atau yang lainnya.
5. Selingi aktivitas belajar dengan aktivitas lain, sehingga tidak bosan. Saat mengalami kebosanan carilah cara atau aktivitas lain, sehingga bisa mengurangi rasa bosan. Di antaranya bisa dengan melakukan olah raga ringan atau bisa dengan ngobrol bareng keluarga atau bisa juga dengan mendengarkan musik dan lain sebagainya.
Dengan begitu diharapkan pembelajaran daring tetap bisa meningkatkan prestasi belajar peserta didik atau bisa dikatakan bahwa pembelajaran daring tidak menghambat prestasi peserta didik.
Oleh: Farida Yustanti, S.Pd
Guru Matematika SMAN 2 Maliku









