PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Memasuki musim kemarau pada bulan Agustus 2021, ada tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Untuk itu, Polres Kotawaringin Barat meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla.

Wakapolres Kobar Kompol Boni Ariefianto menyampaikan, bahwa berdasarkan pemetaan dibeberapa wilayah di Kobar, ada tiga wilayah yang rawan Karhutla, yaitu wilayah Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Lama dan Kumai.

"Tiga wilayah tersebut, telah kita petakan dan sering atau rawan terjadi Karhutla, sehingga wilayah tersebut betul - betul kota pantau," kata Boni, Selasa, 10 Agustus 2021.

Lanjutnya, bahwa beberapa hari terakhir ini, di wilayah Arut Selatan dan Kumai telah terjadi Karhutla. Namun, berkat kesiapsiagaan tim terpadu di lapangan api berhasil di padamkan.

"Kemarin di wilayah Arsel dan Kumai sudah sempat terjadi beberapa titik api yang muncul, namun semuanya sudah bisa ditangani dan sudah padamkan oleh tim tim terpadu yakni Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni serta unsurt terkait lainnya," ungkapnya.

--page

Dalam kesempatan tersebut Polres Kobar telah mengikuti pelaksanakan Apel Gelar Personil dan Sarpras dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara serentak di wilayah Polda Kalteng.

"Kegiatan tersebut untuk mengecek sejauh mana kesiapan peralatan-peralatan yang dimiliki Polres Kotawaringin Barat dan juga kesiapan personel. Sehingga apabila terjadi Karhutla kita siap untuk diterjunkan," pungkasnya. (DANANG/B-5)