PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Memasuki musim kemarau pada Agustus 2021, sebanyak 11 hektar lahan telah terbakar di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Belasan Lahan Terbakar tersebut telah berhasil dipadamkan oleh tim terpadu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Martogi Siallagan bahwa, sejak tanggal 1 - 10 Agustus 2021. Telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sebanyak 11 Hektar. Beberapa hari sebelumnya sudah 5 hektar lahan terbakar dan terbaru kemarin, bertambah 6 hektar.

"Belasan lahan terbakar tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Arut Selatan dan Kumai. Wilayah ini selalu kami petakan dan antisipasi," tuturnya, Rabu, 11 Agustus 2021.

Dalam hal ini, pihaknya pun akan terus berupaya melakukan pencegahan terjadinya Karhutla. Dengan melakukan sosialiasi dan imbauan kepada masyarakat, untuk tidak membakar lahan.

Selain itu juga, BPBD Kobar membuka posko karhutla, sehingga dengan keberadaan posko  tersebut pihaknya bisa dengan cepat merespon apabila ada laporan, sehingga kebakaran tidak semakin meluas.

--page

"Jadi laporan dari warga bisa direspon cepat oleh petugas piket di posko terssbut. Selain itu kegiatan patroli juga bakal semakin rutin dilakukan, terutama di lokasi yang rawan karhutla," ungkapnya.

Disebutkannya, diduga kebakaran lahan yang terjadi karena disengaja oleh warga yang akan membuka lahan. Dugaan tersebut tentunya telah ditangani oleh aparat yang berwajib.

"Adapun kendala penangan Karhutla yang dihadapi di lapangan ialah Sulitnya mencari sumber air dilapangan, sehingga air didatngkan menggunakan mobil tangki," tuturnya. (DANANG/B-5)