BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kapuas melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan secara rutin memberikan kegiatan pelayanan kesehatan hewan berupa pengobatan penyakit ternak jenis sapi milik warga.
Dalam kegiatan tersebut, tidak jarang pihaknya menemui hewan ternak sapi milik warga yang sedang menderita cacingan, sehingga menyebabkan hewan menjadi kurang sehat.
Terkait itu, Kasi Kesehatan Hewan Distan Kapuas, drh Anik Ariswandani membagikan sejumlah tips atau cara kepada peternak sapi agar terhindar dari cacingan.
"Caranya bisa dengan jangan mengarit atau mencari rumput untuk pakan sapi atau menggembalakan sapi terlalu pagi karena biasanya telur cacing masih berada di rerumputan," kata drh Anik, Kamis 12 Agustus 2021.
Lebih lanjut, tips selanjutnya agar membiasakan rutin memberikan ternak sapi obat cacing setiap 3 bulan sekali, sehingga bisa terhindar dari cacingan.
--page
"Selanjutnya, tentu penting menjadi perhatian bagi para peternak adalah dengan selalu menjaga kebersihan kandang," imbuhnya.
Menurut dia, cacingan pada hewan ternak dapat menimbulkan kerugian ekonomi karena sapi yang cacingan biasanya akan menunjukkan gejala nafsu makan turun, kurus, diare dan produktifitasnya menurun.
"Selain itu, untuk memastikan kondisi kesehatan sapi kami melakukan pengambilan spesimen feses sapi dimaksudkan untuk memantau ada tidaknya kasus cacingan," ucapnya.
Karena tidak semua hewan gejala kurus, diare atau tidak mau makan itu cacingan. Karena itu pemeriksaan telur cacing dilakukan dari pemeriksaan feses.
"Feses kemudian dikirim ke Balai Veteriner Banjarbaru untuk diagnosa, kemudian dapat diberikan pengobatan yang tepat dengan hasil pemeriksaan feses tersebut nantinya," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)









