BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagian masyarakat masih tidak mau menerima vaksin covid-19 dengan berbagai alasan. Bahkan, ada yang menyebut hal itu hanyalah konspirasi.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul mengungkapkan penyebab masih banyaknya masyarakat yang masih percaya teori konspirasi. Menurutnya, teori itu tidak dibangun oleh asumsi ilmiah, tapi masyarakat cenderung percaya.
"Ini terjadi, karena secara psikologis manusia itu cenderung melakukan penyangkalan untuk menghindari rasa cemas," kata dia, Kamis, 12 Agustus 2021.
Suyuti Syamsul mengatakan, memang dalam waktu jangka pendek penyangkalan tersebut sangat menguntungkan, karena memberikan orang waktu untuk melakukan penyesuaian terhadap realita atau situasi.
Akan tetapi dalam jangka panjang itu dapat membahayakan keselamatan orang banyak. Oleh sebab itu, untuk melakukan pendekatan terhadap orang-orang yang menyangkal tersebut perlu menggunakan akal sehat dan menyentuh hati nuraninya.
--page
"Nah inilah yang terus kita lakukan dengan bekerja keras memerangi hoaks terkait covid-19 dan vaksin, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat yang masih percaya teori konspirasi itu," tandasnya. (DONNY D/B-11)









