SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit — Tersangka pelaku pencurian 16 iPhone di Toko iPhone Reactor, Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit, mengaku kesulitan saat akan menjual barang curiannya. Padahal, ia berencana akan mengirimkan uang hasil penjualan untuk keluarga di kampung halamannya. 

"Uangnya mau dikirim untuk keluarga di kampung," ungkap Z, tersangka pencurian, Sabtu, 14 Agustus 2021. 

Ia juga mengaku bingung menjual barang yang dicuri. Sebab telepon pintar yang ia curi memiliki sistem keamanan yang rumit. Sehingga tak ada yang bisa mengakses tanpa memiliki kata sandi atau lain-lainnya. 

Ia juga mengaku belum sempat membuka atau mencoba-coba telepon pintar curiannya. Setelah beraksi dia langsung pulang dan bersembunyi di  kediamannya di kawasan belakang eks GoldenTeater. 

"Pelaku ini sebelumnya numpang dengan orang di Pasar Mangkikit. Lalu pindah mendiami rumah kosong di belakang Golden Teater tanpa sepengetahuan pemiliknya," ungkap Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri. 

--page

Z sehari-hari bekerja sebagai kuli panggul sayur di Pasar Mangkikit. Berdasarkan pengakuannya, dia baru sekitar dua bulan ini berada di Sampit. 

Saat melakukan aksi, dia mengaku tak ada niat sama sekali untuk mencuri. Saat itu dia berniat jalan-jalan ke Kompleks Ikon Jelawat, melewati pertokoan PPM, dan melihat kondisi toko iPhone Reactor tidak terkunci dengan sempurna. Lalu muncullah ide jahat itu, kemudian ia pun beraksi, tanpa sadar adanya rekaman kamera pengawas. (USAY NOR RAHMAD/B-5)